Bertambah 1, Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Jadi 17 Orang

- Muhammad Fahrul Hubaidi, korban kecelakaan bus ALS di Muratara, meninggal dunia setelah dirawat akibat luka bakar 90 persen di RSUD Rupit.
- Pihak RSUD Rupit menyebut Fahrul mengalami gangguan pernapasan dan kondisi fisiknya melemah hingga akhirnya meninggal sebelum sempat dirujuk.
- Polisi membenarkan kabar duka tersebut, menambah total korban tewas kecelakaan bus ALS di Muratara menjadi 17 orang.
Palembang, IDN Times - Muhammad Fahrul Hubaidi (32), korban kecelakaan bus ALS di Musi Rawas Utara (Muratara), meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSUD Rupit. Korban yang mengalami luka bakar 90 persen di tubuhnya tak bertahan usai menjalani operasi.
"Operasi sebelumnya sudah dilakukan dan kondisinya mulai membaik. Namun pagi tadi mulai melemah dan akhirnya meninggal," ungkap Kasi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Rupit Riska Dwi, Jumat (8/5/2026).
1. Pasien alami gangguan pernapasan luka bakar

Riska menjelaskan bahwa korban dirawat sejak Rabu, 6 Mei lalu, setelah dievakuasi ke RSUD Rupit. Rencananya jenazah korban akan dibawa ke Palembang sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga.
"Karena fisiknya melemah, pasien batal dirujuk. Pasien mengalami gangguan pernapasan akibat luka bakar," jelasnya.
2. Polisi benarkan kabar kematian korban

Kasatlantas Polres Muratara AKP M Karim membenarkan kabar bertambahnya korban jiwa dalam kecelakaan bus ALS di Muratara. Menurut Karim, jenazah Fahrul dalam proses pemulangan ke kampung halaman.
"Korban atas nama Muhammad Fahrul Hubaidi meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Rupit," jelasnya.
3. Total 17 korban meninggal dunia

Korban Fahrul merupakan satu dari empat korban selamat yang sebelumnya dilarikan ke rumah sakit. Dengan meninggalnya Fahrul, saat ini tercatat sudah 17 korban yang tewas akibat kecelakaan nahas bus ALS di Muratara.
















