Potensi Hujan Tinggi di Sumbar, Gubernur Ingatkan Antisipasi Bencana

- Kondisi cuaca di Sumbar masih berpotensi tinggi curah hujan dengan intensitas tinggi yang dapat berdampak pada sungai, tanggul, dan fasilitas pengendali banjir.
- Imbauan kepada warga untuk memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini guna mengantisipasi risiko bencana serta mencegah korban jiwa.
- Pemerintah dan masyarakat diminta agar menjaga alur informasi yang cepat dan jelas untuk menghindari kepanikan serta siap menghadapi potensi bencana.
Padang, IDN Times - Sumatra Barat diprediksi masih mengalami curah hujan yang tinggi pada Januari 2026. Gubernur Sumbar, Mahyeldi meminta tetap waspada untuk mengantisipasi bencana.
"Cuaca belum sepenuhnya stabil. Karena itu perlu kewaspadaan dan kesiap siagaan untuk mengantisipasi berbagai macam bentuk bencana," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Selasa (6/1/2026).
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus memiliki peran aktif saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi di berbagai daerah.
1. Kondisi cuaca di Sumbar

Mahyeldi menjelaskan, dalam kajian tim teknis penanganan bencana di Sumbar menyatakan, curah hujan masih berpotensi tinggi.
"Curah hujan dengan intensitas tinggi itu dapat berdampak pada kondisi sungai yang telah mengalami pendangkalan, kerusakan tanggul, serta fasilitas pengendali banjir lainnya," katanya.
Untuk itu, Mahyeldi mengingatkan seluruh kepala daerah agar mewaspadai kenungkinan bencana yang dapat melanda daerahnya masing-masing.
"Ini perlu diperhatikan oleh kita semua. Karena keselamatan warga masyarakat adalah hal utama yang harus kita lakukan," katanya.
2. Imbau warga perhatikan peringatan bencana

Untuk mengantisipasi risiko bencana, Mahyeldi meminta masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi cuaca. "Selain itu, kepada warga masyarakat kami imbau untuk tetap memperhatikan peringatan dini dari pihak berwenang agar semuanya tetap aman," katanya.
Ia berharap, dengan memperhatikan peringatan dini tidak ada lagi korban jiwa seperti bencana yang terjadi pada akhir November 2025.
3. Jangan timbulkan kepanikan

Selain masyarakat yang diminta untuk waspada, Mahyeldi juga meminta agar alur informasi dari pemerintah hingga ke tingkat warga berjalan lebih cepat dan jelas.
"Dengan begitu, masyarakat tidak panik, namun tetap siap menghadapi potensi bencana yang mungkin saja terjadi saat curah hujan kembali tinggi," katanya.
Ia berharap dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, risiko bencana dapat ditekan dan dapat meminimalisir dampak bencana.


















