Nasib Bayi yang Dibuang di Rest Area Tol Terpeka, 5 Keluarga Siap Adopsi

- Bayi laki-laki yang ditemukan di toilet Rest Area KM 311 A Tol Terpeka kini sehat setelah lima hari dirawat di RSUD Kayuagung dan telah dinyatakan boleh pulang.
- Polsek Pedamaran bersama Satreskrim Polres OKI mengumpulkan keterangan saksi, mengolah TKP, dan menerbitkan laporan polisi untuk mengungkap pihak yang meninggalkan bayi.
- Lima keluarga menyatakan kesiapan mengadopsi bayi; Dinsos OKI meminta dokumen dasar dan menyebut proses administrasi serta penilaian kelayakan berlangsung sekitar tiga hingga enam bulan.
Ogan Komering Ilir, IDN Times - Kondisi bayi mungil yang ditemukan di toilet wanita nomor 5, di Rest Area KM 311 A Ruas Tol Terpeka, Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI) pada Minggu (25/2026) kini berangsur membaik.
Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan tanpa busana dan tergeletak di lantai samping kloset duduk sekitar pukul 07.15 WIB. Setelah menjalani perawatan selama lima hari di RSUD Kayuagung, bayi tersebut telah dinyatakan boleh pulang oleh dokter spesialis. Kabar terbaru, ada lima keluarga yang sudah mengajukan kesediaan untuk mengadopsi bayi malang tersebut.
1. Kondisi bayi sehat dan dalam perawatan di RSUD Kayuagung

Kondisi bayi yang ditemukan di rest area Tol Terpeka saat menjalani perawatan. (Dok. Dinsos OKI) Kapolsek Pedamaran, AKP Ilham Parlindungan, mengungkapkan bahwa kondisi bayi tersebut sehat dan dalam perawatan dokter dan perawat di RSUD Kayuagung.
"Alhamdulillah, kondisinya sejak ditemukan hari Minggu kemarin dalam kondisi baik dan tetap sehat," ujarnya Kamis (29/10/2026).
Setelah menerima laporan terkait penemuan bayi tersebut, petugas melakukan sejumlah langkah penanganan. Saat ini kepolisian masih melakukan pengumpulan bahan keterangan, meminta keterangan saksi-saksi, mendatangi dan melakukan olah TKP, serta menerbitkan laporan polisi.
"Polsek Pedamaran sudah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres OKI untuk mengungkap pelaku yang meninggalkan bayi tersebut," tegasnya.
2. Dinsos undang para calon orang tua angkat untuk tindak lanjut proses adopsi

Dinsos OKI saat melaksanakan rapat koordinasi tindaklanjut penanganan bayi terlantar di rest area Tol Terpeka. (Dok. Dinsos OKI) Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI, Dwi Zulkarnain, membenarkan bahwa sudah ada beberapa orang yang menyampaikan keinginan untuk mengadopsi bayi tersebut. Pihaknya telah mengundang para calon orang tua yang berminat untuk mengikuti rapat pada Selasa (27/10/2026), untuk tindak lanjut penemuan bayi sekaligus proses penanganan terhadap pihak-pihak yang ingin memberikan pengasuhan.
"Hingga kini, tercatat sekitar lima kepala keluarga yang bersedia mengadopsi. Sebagai langkah awal, Dinsos meminta para peminat melengkapi dokumen dasar berupa kartu keluarga, KTP, dan buku nikah. Proses administrasi dan penilaian kelayakan calon orang tua angkat memerlukan waktu cukup panjang, yakni sekitar tiga hingga enam bulan," ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan atau informasi keluarga bayi tersebut, dapat menghubungi Dinsos OKI di nomor WhatsApp pelayanan: 082294439794
3. Bayi malang ditemukan dalam toilet wanita

TKP penemuan bayi di rest area Tol Terpeka OKI. (Dok. IDN Times) Sebelumnya, penemuan bayi bermula ketika dua saksi, yakni S (46), seorang ibu rumah tangga, dan D (16), penjaga warung, hendak menggunakan toilet umum wanita di rest area tersebut. Saksi D kemudian mendengar suara tangisan bayi dari toilet nomor 5 yang berada di bagian paling ujung. Suara tersebut kemudian disampaikan kepada S yang juga hendak mandi.
Selanjutnya, mereka membuka pintu toilet dan mendapati seorang bayi laki-laki tergeletak di lantai tanpa mengenakan busana maupun alas. Saat ditemukan, kondisi bayi dilaporkan agak membiru. Tali pusarnya masih menempel, sementara ari-arinya tidak ditemukan di lokasi.
Kemudian, saksi S menyelimuti bayi itu dengan handuk dan mengangkatnya. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pengelola rest area setempat.




















