Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menelisik Jantung Gas Bumi dari Offtake Demang Lebar Daun, di Balik Kepuasan Pelanggan Selama 20 Tahun

Kota Palembang
6 min read
Menelisik Jantung Gas Bumi dari Offtake Demang Lebar Daun, di Balik Kepuasan Pelanggan Selama 20 Tahun
Workshop Offtake Station Demang Lebar Daun milik PT Pertamina Gas Negara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Offtake Station Demang Lebar Daun menjadi pusat pengaturan distribusi gas PGN Palembang sejak 1998, memantau tekanan dan kalibrasi untuk menyalurkan gas ke rumah tangga, industri, serta pelanggan kecil.
  • Per Agustus 2026, PGN Sumbagsel melayani lebih dari 50 ribu pelanggan, termasuk 50.311 rumah tangga; pelanggan rumah tangga dan bisnis melaporkan pasokan gas stabil untuk aktivitas memasak.
  • Pasokan gas untuk delapan kabupaten/kota ditopang 12 sumber dan jaringan pipa 1.265,88 kilometer; PGN menyiagakan pemantauan, koordinasi pemasok, cadangan pasokan, serta tim gangguan 24 jam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Jari-jemari Hendrikusuma Bismaya tak lepas dari kontrol panel Offtake Station Demang Lebar Daun milik PT Pertamina Gas Negara (PGN). Sorot matanya pun fokus menatap layar SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) untuk memantau tekanan, kalibrasi, dan regulasi distribusi gas bumi ke seluruh pelanggan.

Hendri memastikan penyaluran gas bumi kepada pengguna berjalan lancar tanpa hambatan. Sesekali, Hendri mengecek jalur transmisi dan tekanan gas bumi yang siap untuk disalurkan ke pelanggan. Di ruang kontrol Workshop Calibration seluas 4x6 meter itu, Hendri mulai membagi tujuan dan memecah aliran gas bumi seperti pembuluh darah. Gas bumi dipecah menuju tiga aliran besar kepada pelanggan Rumah Tangga, Sektor Industri dan pelanggan Komersil Industri.

"Kalau tekanan gas tiba-tiba naik dan kalibrasi tak sempurna, bahaya bagi dapur pelanggan kami. Kita harus mengontrol agar hidup (gas) 24 jam dan tidak ada saluran maupun pipa gas yang terkendala," kata Senior Analyst I, Operation & Maintenance Management Area Palembang itu sembari memainkan rotary knob (perangkat kontrol) pada medio September 2026 lalu.

Offtake Station yang berada di Jalan Macan Kumbang 1, Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang itu telah menjadi jantung dan pilar gas bumi sejak tahun 1998. Sudah hampir 28 tahun menyalurkan kebutuhan gas bumi kepada pelanggan, PGN kini memiliki lebih dari 50 ribu pengguna dari berbagai sektor.

Berdasarkan data Agustus 2026, tercatat ada 116 pelanggan Komersial-Industri, 193 pelanggan Kecil, dan 50.311 rumah tangga di wilayah kerja Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).

Tak sekadar memainkan mesin dan panel di Offtake Station Demang Lebar Daun, Hendri juga harus mencatat tiap grafik dari ruang kontrol. Sekitar 30 menit sekali, dirinya memantau pergerakan kalibrasi, tekanan gas, dan mencocokkan data real di lapangan.

Sekitar 5 tahun, Hendri menjaga energi dari bilik jantung aliran gas bumi. Ia paham betul, tak hanya soal meter kubik, melainkan ada asa hangat keluarga yang ia rawat. Terlebih, mayoritas pelanggan PGN adalah rumah tangga. Dari dapur rumah untuk bahagia bersama.

  1. 22 tahun pelanggan rumah tangga PGN setia tanpa kendala

    Komitmen PGN menjaga gas bumi tanpa kendala begitu dekat dirasakan oleh Aspetia Nova. Dia adalah pelanggan PGN angkatan pertama di Kawasan Perindustrian I Palembang. Sejak 2024, ia sudah setia memasak dengan energi alam tanpa hambatan.

    "Harganya (langganan per bulan) juga flat dari awal Rp40 ribuan, sekarang Rp75 ribuan, tergantung pemakaian. Paling tinggi (harga) saat momen Lebaran. Tapi itu juga karena memasak banyak dengan waktu lama. Yang jelas, hidup terus (kompor) gak takut mati tiba-tiba. Saat masak jadi tenang kumpul keluarga tanpa khawatir (kehabisan gas)," jelasnya.

    Menurut dosen di salah satu universitas swasta di Palembang ini, keyakinannya memilih gas bumi ketimbang yang lain karena cara edukasi dari sales PGN memastikan penggunaan gas bumi berjalan lancar dan apabila ada keluhan ataupun kendala, pihak PGN akan memberikan solusi dan sosialisasi dengan baik.

    "Tapi selama ini ya, puluhan tahun gak ada. Cuma dulu pernah kok merasa kayak apinya kecil, ternyata dari pengaturan meternya saya sendiri, bukan karena masalah dari PGN," kata Nova.

    Aspetia Nova, pelanggan PGN dari sektor rumah tangga di Palembang, dalam dokumentasi terkait penggunaan layanan gas.
    Aspetia Nova, pelanggan PGN sektor rumah tangga di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  2. Pelanggan bisnis PGN sudah 20 tahun rasakan stabilitas energi dari gas bumi

    Kestabilan energi dari gas bumi dirasakan oleh Yaskino. Menurut Koki Pecel Lele Pakjo Palembang itu, ada perbandingan signifikan saat memasak dengan gas bumi ketimbang menggunakan gas LPG tabung 12 kilogram.

    Tempat makan tersebut sudah 20 tahun menjadi pelanggan bisnis PGN Palembang. Yaskino mengatakan, saat memasak menggunakan LPG, dirinya butuh persediaan yang cukup banyak. Dalam sehari, Pecel Lele Pakjo dapat menghabiskan hingga lima tabung LPG 12 kilogram.

    "Dulu pernah pakai gas tabung 12 kilogram. Sehari bisa sampai lima tabung. Kalau mau beli juga kadang terkendala stok," katanya.

    Kemudian, lanjut dia, pasca beralih menjadi pelanggan gas bumi PGN, dirinya merasa memasak jauh lebih praktis. Yaskino mengaku tak pernah mengalami kendala berarti dalam memenuhi kebutuhan energi saat dapur beroperasi.

    “Selama menggunakan gas alam PGN sekitar 20 tahun ini, tidak ada kendala yang berarti. Apinya stabil dan penggunaannya juga lebih efisien,” jelas dia.

    Sementara untuk biaya, Pecel Lele Pakjo membayar tagihan sekitar Rp7-8 juta per bulan. Gas digunakan untuk menunjang aktivitas dapur yang beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.

    IMG-20261027-WA0122.jpg
    Ruang kalibrasi Offtake Station Demang Lebar Daun milik PT PGN (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  3. Pasokan gas bumi PGN bersumber dari 12 unit untuk total 8 kabupaten/kota

    Menurut Jr. Assistant III, Operation & Maintenance Management Area Palembang, Agit Fajar Sukmana, Offtake Station Demang Lebar Daun bertanggung jawab untuk menjaga keandalan pasokan gas bumi. Apalagi, dari data operasional PGN Area Palembang per Agustus 2026, penjualan gas mencapai 2,08 BBTUD.

    Sementara untuk pasokan, gas bumi berasal dari PT Pertamina EP Sumbagsel. Secara mekanisme distribusi, gas disalurkan melalui pipa berdiameter 12 inci milik PERTAGAS dari Simpang Y ke Simpang Y Pusri sepanjang 28,6 kilometer hingga titik serah di Offtake Demang Lebar Daun.

    Skema distribusinya, gas dari sumber MedcoEnergi masuk ke Offtake Demang, kemudian dipecah dan disalurkan ke tiga segmen pelanggan, yakni pelanggan industri, pelanggan kecil, dan rumah tangga.

    Tercatat ada 12 sumber pasokan yang menopang wilayah Sumbagsel, mayoritas berasal dari wilayah Palembang, Musi Banyuasin, Jambi, dan Ogan Ilir. Beberapa di antaranya adalah Medco E&P Palembang, PHR Regional 1 Zona 1, dan Medco Energy Plant Grissik.

    "Data di Juli 2026 ada 8 kota dan kabupaten dengan total 50.620 pelanggan dan total aset pipa 1.265,88 kilometer. Terus, untuk volume penyaluran tercatat 2,04 BBTUD," kata Agit.

    Area Head PGN Palembang Braman Setyoko dalam potret dokumentasi untuk informasi perusahaan dan kegiatan PGN.
    Area Head PGN Palembang Braman Setyoko (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  4. PGN Palembang komitmen jaga pasokan tersedia 24 jam

    Area Head PGN Palembang, Braman Setyoko, mengatakan, untuk menjaga pasokan gas bumi 24 jam, Offtake Demang Lebar Daun memastikan pemantauan siaga dari Control Room Pertagas dan Control Room.

    Pusat kontrol itu menjadi tonggak distribusi gas bumi sebagai ruang pengaturan. Meliputi Metering Regulating System (MRS) untuk mengukur dan meregulasi tekanan gas, Odorizer untuk memberikan penanda bau pada gas, Workshop Calibration untuk menjaga presisi alat ukur, serta Bak Valve dan Instalasi Pertagas.

    Braman menyampaikan, keberadaan Control Room menjadi otak dari seluruh penyaluran. Operator panel melakukan kalibrasi dan regulasi tekanan secara berkala agar gas tetap mengalir stabil ke 50 ribu dapur warga.

    "Dari satu titik di Demang, kami menjaga agar dapur pelanggan tetap menyala," ujarnya.

    Lebih lanjut, kata dia, dalam menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan, PGN juga melakukan koordinasi secara intensif dengan para pemasok gas, di antaranya Pertamina Asset 2 dan Medco, sesuai dengan wilayah pasokan.

    "PGN menyiapkan alternatif atau backup supply apabila terjadi gangguan dalam penyaluran," kata Braman.

    Tak hanya memastikan pasokan, PGN juga menyiagakan tim selama 24 jam lewat kesiapsiagaan Tim Penanganan Gangguan (TPG). Tim ini akan memastikan infrastruktur dan pasokan berjalan lancar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More