Kabut Asap Mulai Hilang dan Palembang Hujan, Bagaimana Kebijakan PJJ?

Hujan di Palembang membantu mengurangi kabut asap karhutla; ISPU di beberapa wilayah turun di bawah 100, meski udara belum sepenuhnya sehat.
Wali Kota Palembang menyerahkan keputusan melanjutkan atau membuka kembali pembelajaran tatap muka SD dan SMP kepada masing-masing sekolah berdasarkan surat edaran.
Pencemaran udara masih terjadi di sejumlah daerah Sumsel, termasuk Ogan Ilir, Prabumulih, Musi Rawas, PALI, dan Lahat, yang dikaitkan dengan karhutla sekitar Palembang.
Palembang, IDN Times - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang perlahan mulai hilang, seiring dengan kondisi wilayah yang sudah turun hujan. Melihat kualitas udara dan situasi kota berangsur membaik, bagaimana kebijakan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ)?
"Untuk sekolah, baik tingkat SD maupun SMP, apakah perlu pembelajaran tetap jarak jauh atau pembelajaran tetap dibuka, itu sudah kita berikan kewenangan kepada masing-masing sekolah dalam menyikapi surat edaran yang sudah kita sampaikan sejak beberapa hari kemarin," ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Rabu (28/10/2026).
1. ISPU di sejumlah titik Kota Palembang sudah di bawah 100

Kondisi kota Palembang pasca hujan mengguyur (IDN Times/Rangga Erfizal) Hujan yang mulai turun di sejumlah titik Kota Palembang turut memengaruhi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Walau belum sepenuhnya dalam udara sehat, ISPU sudah di bawah angka seribu.
Berdasarkan data 28 Oktober sekitar pukul 16.00 WIB di sekitar wilayah Ilir Barat I, Demang Lebar Daun dan Kecamatan Ilir Timur I, kisaran ISPU sudah di bawah 100, bahkan ada yang telah mencapai indikator kuning dari sebelumnya berwarna merah bahaya dan hitam buruk.
Meski data terbaru menunjukkan kualitas udara mengalami perubahan, Kota Palembang belum sepenuhnya memiliki udara yang sangat sehat dan masih berpotensi menimbulkan dampak bagi kesehatan masyarakat akibat debu dan serpihan karhutla sebelumnya.
2. Pencemaran udara di sejumlah wilayah belum teratasi sepenuhnya

Uji coba Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Mikro untuk menanggulangi pencemaran udara di Jakarta. (instagram.com/dinaslhdki) Di sisi lain, persoalan pencemaran udara belum sepenuhnya teratasi. Selain Palembang, sejumlah daerah di Sumsel juga masih mencatat kualitas udara dalam kategori Tidak Sehat, yakni Kabupaten Ogan Ilir, Kota Prabumulih, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kabupaten Lahat.
Sementara itu, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan tercatat berada dalam kategori Sedang. Adapun parameter sulfur dioksida (SO₂), karbon monoksida (CO), ozon (O₃), dan nitrogen dioksida (NO₂) di wilayah yang dipantau masih berada dalam kategori Baik.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menduga pencemaran udara tersebut berkaitan erat dengan kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar Palembang. Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020, ISPU 101–200 masuk kategori Tidak Sehat, 201–300 kategori Sangat Tidak Sehat, sedangkan angka di atas 300 tergolong Berbahaya.






















