Larangan Angkutan Batu Bara di Jalan Umum Berdampak pada 12 Ribu Sopir

- Larangan angkutan batu bara di jalan umum berdampak pada keberlangsungan bisnis transportir.
- Sebanyak 12 ribu sopir terdampak oleh larangan ini, serta berimbas pada sektor lain seperti checker dan mekanik.
- Pengusaha transportasi di Lahat tetap mendukung kebijakan pemerintah dan menunggu pembangunan jalan khusus batubara selesai.
Palembang, IDN Times - Ketua Asosiasi Transportir Seganti Setungguan, Fredy Marwan, mengungkapkan larangan angkutan batu bara melintas di jalan umum berdampak pada keberlangsungan bisnis para transportir. Kebijakan tersebut dinilainya memengaruhi nasib para sopir yang mengoperasikan sekitar 6 ribu kendaraan pengangkut batu bara di tiga wilayah, yakni Muara Enim, Lahat, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
"Dampak yang paling terasa adalah meningkatnya pengangguran para sopir," ungkap Fredy Marwan, Selasa (6/1/2026).
1. Ada sekitar 12 ribu sopir terdampak

Fredy menjelaskan, larangan angkutan batu bara melintas di jalan umum menyebabkan aktivitas pengangkutan di sejumlah perusahaan tanpa jalan khusus (hauling) terhenti. Kebijakan tersebut dinilai dapat berimbas pada pemutusan hubungan kerja yang masif.
"Sekarang ini ada sekitar 6 ribu mobil, jika tiap kendaraan diawaki dua sopir, maka ada sekitar 12 ribu orang yang terdampak," jelas dia.
2. Akui banyak perusahaan transportir rumahkan karyawannya
Fredy menjelaskan, dampak larangan ini dapat merambat keberbagai sektor seperti checker, mekanik, hingga tenaga administrasi. Untuk itu, dirinya berharap pembangunan jalan khusus batu bara yang tengah dilakukan sejumlah perusahaan dapat segera rampung dan dioperasikan.
"Semua terdampak. Saat ini banyak perusahaan sudah merumahkan karyawannya," jelasnya.
3. Berharap jalan khusus batu bara segera rampung

Meski demikian, Fredy menegaskan para pengusaha transportasi di Lahat tetap mendukung kebijakan pemerintah. Ia pun memastikan tidak ada lagi aktivitas pengangkutan batu bara yang menggunakan jalan umum di wilayah Lahat, Muara Enim, dan PALI.
"Kami menunggu itu. Harapannya dalam waktu dekat jalan hauling tersebut bisa tembus dan segera digunakan," pungkasnya.


















