Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bayung Lencir Dominasi Hotspot di Muba, Bupati akan Bermalam di Medak

Kab. Musi Banyuasin
3 min read
Bayung Lencir Dominasi Hotspot di Muba, Bupati akan Bermalam di Medak
Petugas BPBD Muba saat melakukan pemadaman di lahan terbakar. (Dok. BPBD Muba)
  • Sejumlah wilayah menjadi perhatian khusus karena mencatat hotspot cukup tinggi, salah satunya Kecamatan Bayung Lencir

  • Seluruh perangkat desa dan kecamatan tetap berada di wilayah masing-masing untuk membantu penanganan di lapangan

  • Pemkab Muba juga menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musi Banyuasin, IDN Times -Kecamatan Bayung Lencir menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sepanjang periode 1 Januari hingga 5 Oktober 2026. Berdasarkan rekap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, terdeteksi 622 hotspot di Bayung Lencir, disusul Lais 429 titik, Tungkal Jaya 337 titik, Batang Hari Leko 362 titik, dan Sekayu 323 titik.

Total secara keseluruhan hotspot Muba dalam periode tersebut mencapai 2.784 titik. Rencananya dalam Minggu ini Bupati Muba, Toha Tohet, akan bermalam di Muara Medak, salah satu lokasi karhutla yang sudah berlangsung lama di Bayung Lencir untuk monitoring pemadaman secara langsung.

  1. 1. Lonjakan hotspot tertinggi terjadi September mencapai 1.607 titik

    Petugas BPBD Muba memadamkan api di lahan terbakar menggunakan selang air, dengan asap mengepul di sekitar lokasi.
    Petugas BPBD Muba saat melakukan pemadaman di lahan terbakar. (Dok. BPBD Muba)

    Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, mengatakan sejumlah wilayah menjadi perhatian khusus karena mencatat hotspot cukup tinggi. Salah satunya Kecamatan Bayung Lencir yang hingga 5 Oktober 2026 menjadi penyumbang hotspot terbanyak di Kabupaten Muba.

    "Selama periode tersebut terdeteksi 622 hotspot, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada September yang mencapai 1.607 titik. Bayung Lencir menjadi salah wilayah HS yang tecatat melalui satelit dan ground check," ujarnya, Selasa (13/10/2026).

    Lanjutnya, wilayah dengan hotspot tinggi menjadi prioritas pemantauan dan patroli. Pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan hingga desa untuk mencegah hotspot berkembang menjadi kebakaran.

    "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD agar bisa segera ditangani sebelum meluas," imbau Marko.

  2. 2. Bupati meminta perangkat desa dan kecamatan berada di wilayah masing-masing

    Bupati Muba Toha Tohet.
    Bupati Muba Toha Tohet. (Fajeri for IDN Times)

    BPBD Muba meminta peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar jumlah hotspot tidak terus meningkat dan tidak berkembang menjadi kebakaran hutan maupun lahan.

    "Sesuai arahan pak bupati, pemerintah desa dan perusahaan agar aktif dalam mencegah Karhutlah di Kabupaten Muba. Kita tidak ingin bencana Karhutlah Kemabli terjadi dan menimbulkan kabut asap," jelas Marko.

    Bupati Muba Toha Tohet menegaskan, kondisi kualitas udara yang ada di Kabupaten Muba terus dipantau, terutama di wilayah yang terdampak karhutla dan kabut asap. Toha juga menyoroti kondisi Desa Muara Medak, Bayung Lencir yang terdampak karhutla dengan meminta seluruh perangkat desa dan kecamatan tetap berada di wilayah masing-masing untuk membantu penanganan di lapangan.

    "Saya menginstruksikan semua perangkat desa dan kecamatan untuk tetap selalu ada. Minggu ini saya akan ke Medak dan bermalam untuk melakukan pemadaman dan memonitor kondisi," katanya.

  3. 3. Masyarakat mengalami keluhan kesehatan segera mendatangi faskes

    Seorang pasien menjalani perawatan di ruang rumah sakit RSUD Sekayu.
    Salah satu pasien di RSUD Sekayu saat menjalani perawatan. (Fajeri for IDN Times)

    Toha berharap, kondisi bencana karhutla dan kabut asap segera berakhir. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan penanganan dampak karhutla diminta tetap berada di lapangan selama musim kemarau.

    "Kita ingin bencana ini cepat berlalu, semua OPD seperti BPBD Muba, Dinkes, camat saya minta tidak meninggalkan tempat saat musim kemarau," tegasnya.

    Selain penanganan karhutla, Pemkab Muba juga menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap, khususnya warga yang mengalami gangguan pernapasan atau ISPA. Toha mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kabut asap agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

    "Untuk kasus ISPA, jika ada yang terdampak di desa, kecamatan, silakan datang ke Puskesmas. Bahkan bila perlu kita rujuk ke RSUD untuk mendapatkan perawatan lebih intensif," ucapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More