Dinkes Palembang Kejar Target Pengobatan Tuberkulosis hingga 90 Persen

- Dinas Kesehatan Palembang menargetkan 90 persen pengobatan Tuberkulosis tercapai, dengan saat ini baru sekitar 73 persen kasus ditemukan dan diobati dari total estimasi lebih dari 9.000 penderita.
- Layanan pemeriksaan dan pengobatan TB tersedia gratis di 42 puskesmas serta 30 rumah sakit, mencakup pasien dengan atau tanpa KIS, termasuk penderita TB kebal obat yang ditanggung pemerintah.
- Dinkes akan meluncurkan program Kelurahan Siaga TB pada Juni untuk menggerakkan kader menemukan kasus, memberi edukasi, dan mendorong pengobatan terutama di wilayah berisiko tinggi seperti Sukarame dan Sako.
Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Palembang menargetkan angka pengobatan Tuberkulosis (TB) dapat mencapai 90 persen agar penyebaran penyakit menular itu dapat terkendali optimal di wilayah setempat.
"TB ini penyakit menular. Kalau penderita cepat ditemukan lalu diobati, maka rantai penularannya bisa ditekan," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes, Yudhi Setiawan, usai FGD Strategi Pembiayaan TBC di Palembang 13 April 2026.
1. Kasus TB di Palembang capai 6 ribuan orang

Berdasarkan laporan, angka penemuan kasus baru TB di Palembang mencapai sekitar 73 persen atau sekitar 6.000 penderita yang telah diobati dari estimasi total kasus lebih dari 9.000 orang.
"Dinkes terus memperkuat upaya penanggulangan dengan meningkatkan penemuan dan pengobatan kasus di tengah masyarakat," jelasnya.
Yudhi mengatakan, untuk mendukung penanganan TB, pembiayaan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Palembang yang digunakan antara lain untuk pengadaan Kit Tes Cepat Molekuler (TCM) guna membantu diagnosis Tuberkulosis.
"Penanganan juga didukung dana APBD Palembang," kata dia.
2. Warga yang merasakan gejala TB diminta segera ke layanan faskes

Yudhi menyampaikan, saat ini layanan pemeriksaan dan pengobatan Tuberkulosis tersedia gratis di sejumlah faskes. Yakni di 42 puskesmas dan 30 rumah sakit Kota Palembang.
"Warga yang mengalami gejala seperti batuk berdahak berkepanjangan, demam meriang, hingga sesak napas diimbau segera memeriksakan diri," jelasnya.
Dinkes memastikan seluruh masyarakat tetap akan mendapatkan pelayanan pemeriksaan TB di puskesmas, baik memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun tidak. Jika dinyatakan positif TB, pasien akan memperoleh obat dan pengobatan gratis selama enam bulan. Bahkan untuk pasien TB Multi Drug Resistant (MDR) atau TB kebal obat juga tetap ditanggung pemerintah.
3. Targetkan 20 kelurahan di Palembang jadi titik siaga TB

Menurut Yudhi, penanganan TB tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut persoalan sosial dan ekonomi. Sebagian besar penderita TB berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah sehingga perbaikan lingkungan, gizi, dan kondisi ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam penanggulangan penyakit tersebut.
Sebagai langkah penguatan penanganan di tingkat masyarakat, Dinkes Palembang juga akan meluncurkan program Kelurahan Siaga TB pada Juni mendatang.
Program yang merupakan konsep dari Kementerian Kesehatan itu akan menggerakkan kader di tingkat kelurahan untuk membantu menemukan kasus TB, mengedukasi warga, hingga mendorong penderita agar mau memeriksakan diri dan menjalani pengobatan.
"Tahun ini, sedikitnya 20 kelurahan ditargetkan menjadi Kelurahan Siaga TB, terutama di wilayah dengan angka kasus tinggi seperti fi Sukarame dan Sako," jelasnya.


















