Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Klaim Zulhas, Proyek PSEL Palembang Senilai Rp3 Triliun Beri 3 Keuntungan

Kota Palembang
2 min read
Klaim Zulhas, Proyek PSEL Palembang Senilai Rp3 Triliun Beri 3 Keuntungan
Zulkifli Hasan saat meninjau PSEL di Palembang (Dok. Diskominfo Palembang)
  • Proyek PSEL Palembang senilai Rp3 triliun hampir rampung dan ditargetkan beroperasi penuh pada Desember 2026 setelah menjalani tahap uji coba di kawasan Kertapati.

  • PSEL akan mengolah 1.100 ton sampah per hari menjadi listrik, mengurangi penumpukan, risiko kebakaran, polusi metana, dan mikroplastik, sekaligus memasok kebutuhan 14-15 ribu rumah tangga.

  • Proyek telah menyerap 500-1.000 tenaga kerja lokal; kapasitas listrik uji coba mencapai 18,6 MW, melampaui target 17,7 MW, dengan progres pembangunan 98,5 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Palembang kini hampir rampung. Ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026, proyek yang menghabiskan anggaran hingga Rp3 triliun itu diklaim memberikan sejumlah keuntungan bagi masyarakat sekitar.

"Bayangkan, yang tadinya masalah yang menimbulkan dampak lingkungan luar biasa, sekarang menjadi listrik," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan saat meninjau ke lokasi pada 4 November 2026.

  1. 1. Proyek PSEL serap lapangan kerja warga lokal

    Potret Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam dokumentasi Diskominfo Palembang untuk IDN Times.
    Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Dok. Diskominfo Palembang untuk IDN Times)

    Dalam keterangan pers yang diterima, proyek PSEL Palembang disebut membawa tiga keuntungan langsung kepada warga, meliputi: lingkungan sekitar menjadi bersih karena 1.100 ton sampah per hari yang diangkut pemerintah kota tidak lagi menumpuk dan menimbulkan risiko kebakaran, polusi gas metana dan mikroplastik sebab sampah itu diolah jadi energi.

    Kemudian, warga setempat mendapatkan pasokan listrik untuk ribuan rumah, dengan kemampuan pasokan listrik yang dapat menyuplai kebutuhan 14-15 ribu rumah tangga di Palembang.

    "Semua menjadi positif melalui teknologi," lanjut dia.

    Termasuk lapangan kerja terbuka. Dari proyek PSEL, pemerintah kota menyebut telah menyerap 500-1.000 tenaga kerja lokal.

  2. 2. Operasional PSEL direncanakan Desember 2026

    Fasilitas PSEL Keramasan di Palembang, Sumatera Selatan, terdokumentasi oleh Kominfo sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan.
    PSEL Keramasan Palembang (Dok. Kominfo)

    Kunjungan kerja dirinya ke Palembang, lanjut Zulkifli, turut mengecek sekaligus memantau proses uji coba PSEL Palembang. Proyek yang berada di Kawasan Kertapati itu, sedang uji coba operasional (commissioning).

    Zulkifli mengatakan, meski masih uji coba, listrik dari sampah Palembang sudah tersambung ke jaringan PLN dan hasilnya melebihi target. Yakni, target awal 17,7 megawatt (MW) dan saat ini sudah menghasilkan 18,6 MW yang nantinya diproyeksikan tembus 20 MW saat beban puncak.

    "Ini sudah commissioning, sudah percobaan jalan. Perlu sedikit lagi penyempurnaan. Insyallah Desember sudah 100 persen dan bisa kita resmikan," katanya.

  3. 3. Peresmian PSEL bakal dihadiri Presiden RI

    Potret Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam dokumentasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang.
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa (Dok. Kominfo Palembang)

    Sementara menurut Wali Kota Palembang Ratu Dewa, progres PSEL kini sudah 98,5 persen dan saat peresmian direncanakan akan dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 8 Desember 2026. Dia menambahkan, untuk mendukung pasokan sampah, Pemkot Palembang memastikan pengangkutan sampah sudah lancar 1.100 ton per hari.

    "Kita masih butuh tambahan 171 armada," kata dia.

    Saat ini, lanjutnya, Pemprov Sumsel sudah membantu dan Pemkot meminta tambahan 50 armada lagi kepada pemerintah pusat. Harapan ke depan, saat PSEL beroperasi, Palembang disebut sebagai salah satu kota pertama di Indonesia yang berhasil mengubah masalah sampah menjadi solusi energi bagi warga.

Related Articles

See More