Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Sumsel Masih Terjadi Meski Hujan, 244 Hotspot Terdeteksi Sehari

Kota Palembang
3 min read
Karhutla Sumsel Masih Terjadi Meski Hujan, 244 Hotspot Terdeteksi Sehari
Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
  • Karhutla di Sumsel masih tinggi dengan 17 kejadian pada 2 dan 3 November 2026, meski hujan mulai turun; OKI mencatat delapan kasus pada 3 November.

  • BPBD memprioritaskan pemadaman di lima kecamatan OKI—Cengal, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, dan Sungai Menang—serta Kecamatan Banyuasin I.

  • Dalam 24 jam, terdeteksi 244 hotspot di Sumsel, termasuk 130 di OKI; kualitas udara PALI tidak sehat dengan PM2,5 mencapai 150 mikrogram per meter kubik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Selatan (Sumsel), meski hujan mulai turun dan kondisi cuaca berangsur membaik. Jumlah kejadian kebakaran dalam beberapa hari terakhir belum menunjukkan penurunan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih memprioritaskan penanganan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin. Sementara itu, pemantauan dalam 24 jam terakhir mendeteksi ratusan titik panas atau hotspot yang tersebar di wilayah Sumsel.

Di sisi lain, laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Rabu (4/11/2026) pagi menunjukkan kualitas udara di sebagian besar wilayah Sumsel berada dalam kategori sedang. Namun, PALI masih mencatat kualitas udara kategori tidak sehat. Berikut IDN Times merangkum kondisi penanganan karhutla dan ISPU Sumsel per hari ini:

  1. 1. Kejadian kebakaran masih tinggi, tercatat 17 kasus

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Jumlah kejadian karhutla di Sumsel mengalami peningkatan sejak akhir Oktober. Pada 31 Oktober 2026, tercatat sembilan kejadian kebakaran. Angka tersebut naik menjadi 15 kejadian pada 1 November. Selanjutnya, BPBD mencatat 17 kejadian pada 2 November. Jumlah yang sama kembali terjadi pada 3 November 2026.

    Dari 17 kejadian pada 3 November, sebanyak delapan kasus berada di OKI. Musi Banyuasin, OKU Timur, dan Palembang masing-masing mencatat dua kejadian. Sementara itu, OKU, Ogan Ilir, dan Empat Lawang masing-masing mencatat satu kejadian kebakaran.

  2. 2. Pemadaman diprioritaskan di lima Kecamatan OKI

    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Penanganan karhutla masih difokuskan di Kabupaten OKI dan Banyuasin. Di OKI, lokasi yang menjadi prioritas penanganan meliputi Kecamatan Cengal, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, dan Sungai Menang.

    Adapun di Kabupaten Banyuasin, pemadaman masih dipusatkan di Kecamatan Banyuasin I.

  3. 3. Sebaran hotspot Sumsel capai 244 titik

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Pemantauan dalam 24 jam terakhir mendeteksi 244 titik panas di Sumsel. Sebaran terbanyak berada di Kabupaten OKI dengan 130 titik. Kabupaten Banyuasin menyusul dengan 44 titik panas. Sementara itu, titik lainnya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel.

  4. 4. Kualitas udara PALI masuk kategori tidak sehat

    Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman
    Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)

    Berdasarkan laporan ISPU yang diperbarui Rabu (4/11/2026) pukul 06.00 WIB, kualitas udara di PALI masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2,5 di wilayah tersebut mencapai 150 mikrogram per meter kubik.

    Sementara itu, Palembang mencatat konsentrasi PM2,5 sebesar 98 mikrogram per meter kubik. Ogan Ilir berada pada angka 64 mikrogram per meter kubik, Musi Banyuasin 58 mikrogram per meter kubik, dan Muara Enim 57 mikrogram per meter kubik.

    Kemudian, konsentrasi PM2,5 di Musi Rawas mencapai 84 mikrogram per meter kubik dan di Lahat sebesar 76 mikrogram per meter kubik. Seluruh wilayah tersebut masuk kategori sedang. Untuk Prabumulih, kategori ISPU tercatat sedang meski angka PM2,5 tidak tersedia. Sementara itu, data kualitas udara OKU Selatan belum tercantum dalam laporan.

Related Articles

See More