Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Uji Coba PSEL Palembang: Seberapa Efektif Atasi Masalah Sampah?

Kota Palembang
3 min read
Uji Coba PSEL Palembang: Seberapa Efektif Atasi Masalah Sampah?
Kunjungan ke proyek PSEL Palembang (Dok. Kominfo Palembang)
  • Pemkot Palembang menguji PSEL Keramasan sejak 25 September 2026 dengan 1.100 ton sampah yang dikumpulkan 1–23 September, menggunakan teknologi stoker moving grate.

  • Sampah melalui pemeriksaan, penimbangan, pencatatan, lalu masuk bunker untuk diolah menjadi energi listrik; fasilitas juga memiliki sistem pengendalian dan pemantauan emisi.

  • DLH menilai keberlanjutan PSEL bergantung pada sistem hulu, mencakup pengumpulan hingga pengawasan tonase, untuk mengubah pengelolaan sampah menjadi lebih terintegrasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang memulai uji coba Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berada di Kecamatan Keramasan, 25 September 2026. Pada tahap pembakaran sampah menjadi bahan bakar pertama kali tersebut, Pemkot melakukan proses pengolahan teknologi stoker moving grate.

Dalam tahap uji coba, Pemkot Palembang menyiapkan 1.100 ton sampah yang dikumpulkan sejak 1-23 September 2026. Harapannya, setelah Proyek Strategis Nasional (PSN) itu optimal dan diresmikan, masalah sampah kota dapat teratasi dan bisa memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Lalu, seberapa efektifkah PSEL mampu mengatasi tumpukan sampah?

  1. 1. PSEL merupakan ekosistem pengelolaan sampah bermanfaat

    Tampak area fasilitas PSEL Keramasan di Palembang yang didokumentasikan oleh Kominfo sebagai bagian pengelolaan lingkungan.
    PSEL Keramasan Palembang (Dok. Kominfo)

    Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mengklaim, PSEL yang berada di Keramasan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) percontohan di tingkat nasional. Dia menyebut, PSEL bukan sekadar fasilitas pengolahan sampah.

    Melainkan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

    "Bersama DLH (Dinas Lingkungan Hidup) pemkot melakukan suplai sampah ke fasilitas PSEL. Sebelumnya, sampah diangkut menuju TPA Sukawinatan dan diarahkan bertahap ke fasilitas PSEL untuk menyiapkan pengoperasian fasilitas," ujarnya.

    Dewa menyampaikan, pada periode pengumpulan sampah, DLH Palembang juga sudah melakukan pengaturan armada dan ritase pengangkutan. sekaligus memastikan proses penerimaan, penimbangan, dan pencatatan tonase sampah berjalan dengan baik.

    "Tahapan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan kesiapan sistem penerimaan sampah di PSEL berjalan optimal," kata dia.

  2. 2. Teknologi PSEL disebut prioritaskan keselamatan dan keamanan

    Sejumlah pejabat Pemerintah Kota Palembang meninjau fasilitas PSEL Keramasan dalam kunjungan kerja di Palembang.
    Kunjungan pemkot ke PSEL Keramasan Palembang (Dok. Kominfo)

    Secara mekanisme, setiap kendaraan yang masuk ke fasilitas PSEL akan melalui proses pemeriksaan dan penimbangan, meliputi data berat sampah. Informasi itu jadi salah satu dasar pencatatan jumlah sampah yang akan diterima dan digunakan.

    "Pendataan jadi bahan evaluasi sistem suplai sampah. Setelah melalui proses penimbangan, sampah yang diterima selanjutnya diarahkan menuju area penerimaan dan bunker sampah. Sampah kemudian dipersiapkan sebagai bahan bakar untuk proses pengolahan menggunakan teknologi stoker moving grate," jelas dia.

    Lebih lanjut, kata Dewa, rangkaian proses itu jadi bagian dari sistem pengolahan yang dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus memanfaatkan kandungan energi dari sampah untuk menghasilkan energi listrik.

    Diketahui, selain proses pembakaran, PSEL juga dilengkapi sistem pengendalian emisi antara lain sistem semi-dry deacidification, injeksi karbon aktif, bag filter, serta Continuous Emission Monitoring System (CEMS).

    Sistem CEMS berfungsi mendukung pengendalian dan pemantauan emisi yang dihasilkan selama proses pengolahan. Pada tahapan tersebut, masuk proses commissioning untuk memastikan berbagai sistem dan peralatan dapat berfungsi sesuai dengan rancangan.

    Selanjutnya, pengoperasian dilakukan bertahap dengan memerhatikan aspek keselamatan, keandalan peralatan, pengendalian emisi, serta kesiapan sistem pendukung lainnya.

    "Sampah yang selama ini berakhir di TPA secara bertahap diarahkan untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi melalui teknologi PSEL," lanjut Dewa.

  3. 3. Peresmian PSEL Palembang ditargetkan Oktober 2026

    Rombongan mengunjungi area proyek PSEL Palembang dalam kegiatan peninjauan pembangunan fasilitas pengolahan sampah.
    Kunjungan ke proyek PSEL Palembang (Dok. Kominfo Palembang)

    Sementara itu, kata Kepala DLH Palembang Ahmad Mustain, pengoperasian PSEL tidak hanya membutuhkan kesiapan fasilitas pengolahan, tetapi juga diperlukan sistem hulu yang kuat.

    Yakni mulai dari pengumpulan, pengangkutan, penimbangan, pengaturan ritase, hingga pengawasan dan pencatatan tonase. Oleh karena itu, optimalisasi suplai sampah menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan keberlanjutan operasi PSEL.

    "PSEL Palembang diharapkan jadi bagian penting dalam transformasi pengelolaan sampah. Harapannya, dari paradigma 'kumpul, angkut, buang' menuju sistem pengelolaan lebih terintegrasi dengan prinsip pengurangan timbulan, pemanfaatan sampah, pengendalian dampak lingkungan serta pemulihan sumber daya melalui energi," jelas Mustain.

    Berdasarkan target operasional dan peresmian yang dijadwalkan Pemkot Palembang, proyek PSEL akan diluncurkan pada Oktober 2026 dan direncanakan bakal dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More