Proyek PSEL Palembang Capai 81 Persen, Peresmian Akan Dihadiri Prabowo

- Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah mencapai progres 81,94 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 di kawasan Keramasan Kertapati.
- PSEL menggunakan teknologi insinerator berkapasitas 20 Megawatt untuk mengubah sampah kota menjadi energi listrik, sekaligus menjadi solusi permanen pengelolaan sampah dan percontohan nasional.
- Wali Kota Ratu Dewa menyebut proyek ini dapat mengurangi seribu ton sampah per hari, membuka lapangan kerja baru, serta direncanakan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang Ratu Dewa menargetkan operasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang bersih dan ramah lingkungan di Keramasan Kertapati dimulai pada Oktober 2026.
"Progres pembangunan proyek PSEL Palembang sudah berjalan 81,94 persen," ujarnya, dikutip Jumat (8/5/2026).
1. PSEL ditarget jadi solusi penanganan sampah di Palembang

Dewa menyampaikan proyek PSEL yang merupakan pembangunan infrastruktur strategis nasional itu memiliki sistem teknologi yang mengubah sampah kota menjadi energi listrik berkapasitas 20 megawatt.
"Proyek berbasis teknologi insinerator ini diharapkan jadi solusi permanen penanganan sampah dan bisa menjadi percontohan nasional," jelasnya.
2. PSEL ditarget jadi pusat edukasi

Lebih lanjut, kata Dewa, melalui proyek PSEL, ia mengklaim sampah di Kota Palembang dapat berkurang hingga seribu ton per hari. Dirinya juga berencana mendorong PSEL untuk bisa mengedepankan kearifan lokal dan mampu menyediakan lowongan pekerjaan.
"Ke depan (PSEL) bisa jadi pusat edukasi siswa dan generasi baru, tahu penanganan sampah dan mampu membina pelaku UMKM, sehingga berdampak pada perekonomian," kata dia.
3. Harapkan PSEL rampung tepat waktu

Yakin rampung dengan tepat waktu, proyek PSEL Palembang juga direncanakan diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Sebab proyek tersebut termasuk dalam program prioritas pembangunan infrastruktur nasional.
"Bisa saja nanti, kemungkinan proyek ini diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo," ujarnya.



















