Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rekam Jejak Irjen Ahrie Sonta: Terjerat Kasus Penyadapan, Pernah Jadi Kasat Lantas Polres Muba

Kab. Musi Banyuasin
4 min read
Rekam Jejak Irjen Ahrie Sonta: Terjerat Kasus Penyadapan, Pernah Jadi Kasat Lantas Polres Muba
Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution. (Instagram/ahriesonta)
  • Ahrie pernah memegang sejumlah jabatan, termasuk sebagai kepala unit identifikasi kendaraan di kepolisian Resor Kota Palembang dan Kasat Lantas Polres Muba

  • Setelah bertugas di Polres Muba, Ahrie dipromosikan ke pangkat inspektur polisi satu pada tahun 2006

  • Karier Ahrie terus meroket saat terlibat dalam menangani peristiwa kejahatan di Tanah Air

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musi Banyuasin, IDN Times - Inspektur Jenderal (Irjen) Ahrie Sonta bersama dua jenderal lainnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan secara ilegal, penghapusan data elektronik, dan akses ilegal. Saat ini, Ahrie menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum Mabes Polri dan baru menduduki jabatan itu sekitar satu bulan berdasarkan Surat Telegram dengan nomor ST/2205/X/KEP/2026 tanggal 2 Oktober 2026 atas nama Kapolri.

Namanya kian dikenal publik ketika menjabat sebagai sekretaris pribadi eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan, sekaligus satu dari tiga tersangka kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Pria kelahiran Bandung 1981 ini lulus dari Akademi Kepolisian pada 2002. Di luar pengalaman operasional, Ahrie juga memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia menuntaskan pendidikan di berbagai lembaga internasional seperti Politie Academy Apeldoorn di Belanda dan Joint Special Operations University di Tampa, Florida, Amerika Serikat.

Selain itu, ia menyelesaikan pendidikan PTIK pada 2009, Sespimmen pada 2016, dan Sespimti pada 2024. Ahrie juga meraih gelar doktor di bidang ilmu kepolisian pada 2018.

  1. 1. Ahrie Sonta pernah menahan mobil dinas Gubernur NAD saat bertugas di Muba

    Potret Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution dalam unggahan akun Instagram @ahriesonta, sebagaimana tercantum pada keterangan.
    Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution. (Instagram/ahriesonta)

    Jauh sebelum menduduki posisinya sekarang, Ahrie Sonta pernah bertugas di Sumatra Selatan. Selama berada di provinsi tersebut, ia memegang sejumlah jabatan, termasuk sebagai kepala unit identifikasi kendaraan di Kepolisian Resor Kota Palembang. Kemudian Ahrie menjadi Kasat Lantas Polres Musi Banyuasin (Muba) pada era 2005-2006. Saat itu, Ahrie Sinta, berpangkat Iptu, menduduki jabatan AKP yang dipercaya menjadi Kasat Lantas.

    Rekam jejak sang jenderal saat berada di Bumi Serasan Sekate menorehkan beberapa prestasi sejarah. Saat menjadi Kasat Lantas Polres Muba, Ahrie Sonta pernah menahan mobil dinas Gubernur Aceh yang dibawa menggunakan truk towing. Mobil dinas tersebut berjenis Toyota Land Cruiser yang melintas di Jalintim Palembang-Jambi.

    Truk towing yang membawa mobil dinas Gubernur NAD tersebut akhirnya dibawa ke Mapolres Muba sembari menunggu kelengkapan surat jalannya. Kapolres Muba saat itu dijabat oleh AKBP Martuani Sormin Siregar.

    Dari beberapa penuturan jurnalis senior lokal, Ahrie dikenal dekat dengan para insan pers dan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat. Sikap ramah dan komunikatifnya membuat ia dikenal luas di kalangan jurnalis di Muba.

  2. 2. Ahrie pernah menangani sejumlah kecelakaan kendaraan besar di Sidoarjo

    Potret Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution dalam unggahan di akun Instagram @ahriesonta, sebagaimana tercantum pada keterangan.
    Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution. (Instagram/ahriesonta)

    Setelah bertugas di Polres Muba, ia dipromosikan ke pangkat inspektur polisi satu pada tahun 2006, dan pada tahun 2007 mengikuti pelatihan di Akademi Kepolisian Belanda serta pelatihan analisis tempat kejadian perkara melalui perbandingan visual di Münster pada tahun 2007.

    Setelah lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Ahrie ditempatkan sebagai kepala satuan lalu lintas di Kepolisian Resor Sidoarjo. Selama masa tugasnya, Ahrie menangani sejumlah kecelakaan kendaraan besar di wilayah tersebut, termasuk penangkapan seorang sopir bus yang melarikan diri setelah menabrak truk jungkit. Setelah Kepala Kepolisian Resor Sidoarjo, M. Iqbal, mendirikan pusat manajemen preventif, Ahrie ditugaskan untuk memimpin operasional harian pusat tersebut.

    Ahrie kemudian dipromosikan menjadi komisaris polisi pada tahun 2014, dan pada tahun 2015 mengikuti kursus sumber daya manusia untuk perwira menengah kepolisian serta pelatihan luar negeri lainnya di Joint Special Operations University, yang berlangsung hingga tahun 2016. Ia menyelesaikan pendidikan kepolisian tingkat menengah pada tahun 2016, dan pada tahun 2017 sempat mengikuti program non-gelar di S. Rajaratnam School of International Studies.

  3. 3. Ahrie pernah tergabung dalam Satgassus Nemangkawi melawan KKB di Papua

    Potret Irjen Ahrie Sonta bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam unggahan akun Instagram @ahriesonta.
    Irjen Ahrie Sonta bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Instagram @ahriesonta)

    Ketegasan dalam menegakkan aturan tanpa pandang bulu ini menjadi salah satu bagian dari rekam jejak awal karier Ahrie Sonta. Kariernya terus meroket saat terlibat dalam menangani peristiwa kejahatan di Tanah Air, salah satunya saat tergabung dalam Satgassus Nemangkawi melawan KKB di Papua.

    Selain itu, saat menjabat sebagai Kanit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ahrie mengungkap peredaran 100 kg narkotika hanya dalam dua bulan pada 2018 silam. Ahrie juga berhasil membongkar operasi sindikat Taiwan di Perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan, dengan barang bukti narkotika hingga mencapai 1,6 ton.

    Kiprah Ahrie semakin melesat saat sempat terlibat dalam proses penangkapan buron kelas kakap Djoko Tjandra dalam kasus korupsi Bank Bali. Ia ikut menjemput Djoko di Malaysia bersama Listyo saat masih menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

Related Articles

See More