Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sumsel Tambah 2 Helikopter Water Bombing Hadapi Kemarau El Nino

Kota Palembang
2 min read
Sumsel Tambah 2 Helikopter Water Bombing Hadapi Kemarau El Nino
Karhutla di Palembang (Dok. Kominfo Palembang)
  • Pemprov Sumsel menambah dua helikopter water bombing untuk memperkuat pemadaman karhutla saat kemarau El Nino; kini tujuh unit siap beroperasi dan satu lainnya masih verifikasi.

  • Target armada udara mencapai 10 unit, terdiri dari delapan helikopter water bombing dan dua untuk patroli udara, guna menjangkau titik api yang sulit diakses tim darat.

  • BPBD Sumsel tetap menyiagakan operasi udara selama periode kering; BMKG memprediksi musim hujan mulai akhir Oktober, dengan hujan merata diperkirakan pada bulan berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menambah dua unit helikopter water bombing (WB) untuk memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menghadapi musim kemarau fenomena El Nino yang berkepanjangan.

"Ada tambahan dua helikopter WB lagi untuk Sumsel. Jadi ada tujuh helikopter WB di antaranya yang ready, satu lagi masih verifikasi,” ujar Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Sudirman, Kamis (24/9/2026).

  1. 1. Total akan ada 10 unit helikopter di Sumsel

    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berbincang dengan personel Manggala Agni di Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan.
    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) berbincang dengan personel Manggala Agni saat meninjau kondisi satwa di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). Kementerian Kehutanan memastikan 29 gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak di PKG tersebut dalam kondisi baik dan belum mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Dia berharap, dari penambahan tersebut, kekuatan pemadaman lewat udara dapat lebih cepat dan penanganan karhutla Sumsel segera tuntas.

    "Dengan penambahan ini, nantinya akan ada lagi hingga mencapai 10 unit. Rinciannya, delapan helikopter akan digunakan untuk water bombing, sementara dua armada lainnya menjalankan patroli udara," kata dia.

  2. 2. Penambahan armada dilakukan untuk penguatan karhutla

    Ilustrasi kebakaran hutan dengan api membakar pepohonan dan asap tebal yang menyelimuti langit di area berhutan.
    ilustrasi karhutla (pixabay.com/Ylvers)

    Menurut Sudirman, penguatan armada udara diperlukan karena tidak seluruh titik kebakaran dapat dijangkau secara efektif oleh personel melalui jalur darat. Helikopter menjadi salah satu opsi untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses sekaligus mempercepat penanganan api.

    “Penambahan armada udara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di Sumsel, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran yang membutuhkan penanganan melalui udara dan tak terjangkau oleh satgas darat,” jelasnya.

  3. 3. Sumsel masih harus menghadapi periode kering hingga akhir Oktober

    Petugas melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan untuk mengendalikan titik api karhutla di lokasi.
    Pemadaman lahan karhutla. (Dok. IDN Times).

    Sudirman menegaskan, dari operasi udara, tim BPBD akan tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran selama musim kemarau. Terlebih, berdasarkan prakiraan sebelumnya, Sumsel masih harus menghadapi periode kering sebelum memasuki musim hujan.

    "BMKG memprediksi musim hujan mulai masuk ke Sumsel pada akhir Oktober. Namun, hujan diperkirakan baru merata di seluruh wilayah Sumsel pada bulan berikutnya," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More