Banjir Bandang Solok Rusak 12 Kantor Dinas, Pelayanan Publik Lumpuh

Banjir bandang di Kayu Aro, Gunung Talang, Kabupaten Solok, merusak 12 kantor dinas di kompleks pemerintahan dengan material batu, kayu, dan lumpur.
Operasional sejumlah kantor, termasuk Dinas Kesehatan, Pekerjaan Umum, dan Pariwisata, lumpuh sehingga pelayanan pemerintah kepada warga terdampak belum maksimal.
Pemprov Sumatra Barat telah melaporkan kondisi ini ke Kemendagri, memprioritaskan penanganan warga selama tanggap darurat 14 hari, serta akan mengkaji kelayakan lokasi perkantoran.
Solok, IDN Times - Banjir bandang yang melanda daerah Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok juga menghantam 12 kantor dinas yang ada di kompleks pemerintahan.
"Ada 12 kantor dinas yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang tadi malam," kata Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Menurutnya, kantor dinas yang terdampak tersebut sampai saat ini dihantam oleh berbagai material seperti batu, kayu dan lumpur.
1. Kantor pemerintahan lumpuh

Proses evakuasi material banjir bandang di Kabupaten Solok yang menghambat badan jalan. (IDN Times/Halbert Caniago) Mahyeldi mengatakan bahwa akibat banjir bandang, kantor pemerintahan yang berada di kompleks tersebut mengalami kelumpuhan dan tidak bisa beroperasi.
"Beberapa kantor yang terkena itu seperti Kantor Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Dinas Pariwisata," katanya.
Menurutnya, dengan keadaan tersebut, para pegawai pemerintah tidak bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang terdampak bencana.
2. Fokus penanggulangan

Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansarullah saat memantau dampak banjir di Kabupaten Solok, Selasa (22/9/2026). (IDN Times/Halbert Caniago) Mahyeldi mengatakan bahwa keadaan tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri melalui rapat secara online yang dilakukan pada Selasa sore tadi.
"Kami sudah sampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri soal keadaan ini dan nanti akan diberikan jalan keluar untuk melakukan perbaikan," katanya.
Menurutnya, pihaknya saat ini belum membahas soal perbaikan perkantoran yang terdampak dan fokus pada dampak yang dialami masyarakat.
"Selama masa tanggap darurat 14 hari ini, kami fokus pada penanganan masyarakat yang terdampak dulu," tegasnya.
3. Dampak banjir di kompleks pemerintahan akan dikaji

Rumah warga di Kayu Aro, Kabupaten Solok roboh terkena banjir bandang dan dipenuhi material, Selasa (22/9/2026). (IDN Times/Halbert Caniago) Menurut Mahyeldi, soal keadaan lokasi perkantoran yang terkena dampak bencana tersebut akan dikaji oleh tim yang akan dibentuk nantinya.
"Soal layak atau tidaknya lokasi perkantoran di sini, tentunya perlu adanya pengkajian dan kami akan membentuk tim untuk melakukan itu," katanya.
Dengan begitu, pemerintahan bisa berada di lokasi yang lebih aman dan jauh dari lokasi yang rawan terhadap bencana yang akan terjadi ke depannya.




















