Herman Deru Minta Sumur Minyak Rakyat di Muba Dapat Dioptimalkan

- Gubernur Sumsel Herman Deru mendorong optimalisasi 23 ribu sumur minyak rakyat di Musi Banyuasin untuk meningkatkan kontribusi terhadap produksi minyak nasional.
- Deru menilai perizinan menjadi hambatan utama dan mengusulkan pembentukan satgas khusus guna mengawal regulasi serta mempercepat peningkatan produktivitas sumur minyak.
- Ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar eksplorasi minyak tidak merusak lingkungan dan tetap sesuai aturan yang berlaku.
Palembang, IDN Times - Gubernur Sumsel Herman Deru, meminta kepada negara dapat mengoptimalkan 23 ribu sumur minyak rakyat yang tersebar di wilayah Musi Banyuasin (Muba). Deru meyakini, optimalisasi sumur minyak tersebut diharap mampu menambah produksi minyak nasional lebih besar.
"Sumsel punya potensi besar. Ini haris dimanfaatkan secara maksimal agar mendukung produksi nasional," jelasnya, Sabtu (25/4/2026).
1. Berharap ada kontrihusi daerah

Deru menyebutkan, saat ini kebutuban nasional mencapai 1,6 juta barel per hari. Sedangkan produksi nasional mencapai 600 ribu barel per hari.
Sehingga dengan produksi tambahan dari Musi Banyuasin sekitar 2 barel per hari diharapkan mampu memberi kuota tambahan yang cukup signifikan.
"Pemda akan mendorong percepatan administrasi agar produksi bisa ditingkatkan," jelasnya.
2. Berharap izin sumur minyak berjalan dikawal satgas

Deru menuturtkan, saat ini sejumlah aspek seperti perizinan dinilai menghambat pengoptimalan sumur minyak rakyat. Untuk itu, agar percepatan tersebut dapat berjalan lebih baik mereka mendorong dibentuknya satgas yang dapat mengawasi regulasi.
"Kita tidak bisa biarkan berjalan tanpa arah. Harus ada satgas yang mengawal, supaya produktivitas meningkat dan masalah di lapangan cepat selesai," jelasnya.
3. Eksprolasi diharap tak rusak alam

Deru menerangkan, selain aturan produksi dan penegakan hukum pentingnya pengawasan dalam aktivitas pengeboran sumur minyak. Hal ini dilakukan untuk menjamin eksplorasi berjalan sesuai aturan.
"Lingkungan harus dijaga. Jangan sampai peningkatan produksi justru menimbulkan kerusakan baru," jelasnya.


















