Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Buang Ibu Jadi Rekomendasi Film Keluarga di Bioskop Palembang

Jangan Buang Ibu Jadi Rekomendasi Film Keluarga di Bioskop Palembang
poster film Jangan Buang Ibu (instagram.com/filmjanganbuangibu)
Intinya Sih
  • Film 'Jangan Buang Ibu' produksi Leo Pictures akan tayang 25 Juni 2026, mengangkat kisah perjuangan seorang ibu menghadapi konflik keluarga dan tekanan ekonomi.
  • Dwi Sasono tampil berbeda sebagai ayah keras yang menekan anak-anaknya, sementara Nirina Zubir berperan sebagai ibu tangguh bernama Ristiana yang berjuang mempertahankan keluarganya.
  • Disutradarai Hadrah Daeng Ratu dan ditulis Widya Arifianti, film ini dibintangi banyak aktor populer serta digadang menjadi drama keluarga menarik setelah suksesnya 'Bila Esok Ibu Tiada'.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Film drama keluarga masih menjadi genre yang dekat dengan penonton Indonesia. Pada Juni 2026, rumah produksi Leo Pictures menghadirkan film Jangan Buang Ibu, sebuah kisah tentang perjuangan ibu membesarkan anak-anaknya di tengah keluarga yang penuh konflik.

Film yang dijadwalkan tayang mulai 25 Juni 2026, menampilkan sisi berbeda Dwi Sasono. Aktor yang dikenal lewat peran hangat dan dekat dengan keluarga, kali ini tampil sebagai sosok ayah yang keras, emosional, hingga kerap melontarkan kata-kata kasar kepada keluarganya.

1. Sang aktor jelaskan konflik penting dalam film

poster film Jangan Buang Ibu
poster film Jangan Buang Ibu (instagram.com/filmjanganbuangibu)

Karakter ayah yang diperankan Dwi digambarkan memiliki harapan besar terhadap masa depan anak-anaknya. Namun, tekanan tersebut disampaikan dengan cara yang salah dan memicu konflik di dalam rumah.

Menurut Dwi, karakter yang ia perankan sebenarnya memiliki niat baik terhadap anak-anaknya, meski diwujudkan dengan sikap yang problematik. "Dia punya harapan yang terbaik untuk anaknya. Dia tidak mau anaknya gagal seperti dia," ujar Dwi Sasono.

Berbeda dengan karakter di film, Dwi mengaku menerapkan pola pengasuhan yang lebih terbuka dalam kehidupan nyata. Ia percaya anak memiliki jalan hidup masing-masing dan bukan sepenuhnya milik orangtua.

"Parenting yang saya jalani terhadap anak-anak saya, saya percaya anak-anak saya itu bukan milik saya, tapi mereka itu milik semesta. Saya percaya setiap kelahiran itu punya misinya masing-masing, punya blueprint-nya masing-masing," jelasnya.

2. Cerita yang lekat dengan kondisi sosial masyarakat

IMG-20260609-WA0012.jpg
Gala Premiere Film Jangan Buang Ibu di Palembang (Dok: Leopicture)

Sementara itu, karakter Tria yang diperankan Saputra Kori menjadi salah satu tokoh sentral dalam cerita. Tria digambarkan tumbuh tanpa sosok ayah sejak kecil hingga membuatnya menjadi remaja yang kerap bermasalah di sekolah.

Meski begitu, kasih sayang sang ibu membuat Tria perlahan mencoba memperbaiki hidupnya. Saputra menyebut karakter tersebut menggambarkan realitas yang banyak dialami anak-anak di Indonesia.

"Kalau aku di kehidupan nyata jadi anaknya Ibu Ristiana, aku tidak akan melakukan hal-hal bodoh. Aku akan fokus bekerja, benar-benar segiat mungkin sampai aku bisa membalikkan derajat keluargaku dan aku enggak bakal bawa Ibu Ristiana ke tempat yang seperti di film. Aku bakal bikinin dia rumah, aku bakal ajak dia tinggal di sana, aku enggak akan pernah lupain dia," jelasnya.

3. Mengangkat perjuangan ibu di keluarganya

IMG-20260609-WA0013.jpg
Gala Premiere Film Jangan Buang Ibu di Palembang (Dok: Leopicture)

Film Jangan Buang Ibu akan tayang bulan Juni ini, Dwi Sasono beradu peran dengan Nirina Zubir sebagai suami istri. Keduanya menampilkan dinamika orangtua yang penuh emosi dan membawa pengalaman banyak orang dari dalam rumah.

Film ini juga memperlihatkan perjuangan seorang ibu bernama Ristiana yang diperankan Nirina Zubir dalam mempertahankan keluarganya di tengah tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga.

Selain Dwi Sasono, Nirina Zubir, dan Saputra Kori, ada aktor Refal Hady, Amanda Manopo, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra.

Film disutradarai Hadrah Daeng Ratu dengan naskah yang ditulis Widya Arifianti serta diproduseri Agung Saputra, menjadi salah satu film drama keluarga yang diprediksi menarik perhatian penonton Indonesia setelah kesuksesan film Bila Esok Ibu Tiada yang sebelumnya meraih jutaan penonton di bioskop.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Sumatera Selatan

See More