Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Terima Keluhan, Herman Deru Minta Jalan Pelabuhan TAA Diperbaiki

Terima Keluhan, Herman Deru Minta Jalan Pelabuhan TAA Diperbaiki
Kemacetan di Jalan Tanjung Api-api kilometer 8, Gasing, Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Gubernur Herman Deru meminta percepatan perbaikan jalan rusak di kawasan Tanjung Api-api, Banyuasin, karena jalur ini menjadi akses utama menuju Pelabuhan TAA dan sering dikeluhkan warga.
  • Kerusakan jalan disebabkan kendaraan bertonase besar serta kesalahan kontraktor saat penggalian tanpa perhitungan matang, yang membuat arus lalu lintas tersendat dan menimbulkan kemacetan di satu titik.
  • Warga sekitar mengeluh aktivitas terganggu akibat penyempitan jalan dan antrean panjang, berharap perbaikan segera rampung agar mobilitas serta kegiatan harian kembali lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Gubernur Herman Deru meminta ada percepatan dalam penanganan jalan rusak di kawasan Tanjung Api-api (TAA), Kilometer 8, Gasing, Banyuasin. Menurut Deru, jalur utama menuju Pelabuhan TAA tersebut harus cepat diperbaiki dengan melakukan peningkatan kapasitas jalan untuk solusi jangka panjang.

"Permintaan pelebaran dan perbaikan sudah kami sampaikan, mengingat keluhan masyarakat hampir setiap hari kami terima," jelas Deru, Selasa (14/4/2026).

1. Jalan TAA jadi jalur utama logistik

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Deru menjelaskan, ruas menuju Pelabuhan TAA menjadi jalur penting distribusi logistik di Sumsel. Tingginya intensitas kendaraan bertonase besar menjadi salah satu penyebab utama, kerusakan jalan yang berujung kemacetan.

"Koordinasi di lapangan perlu diperbaiki. Ada keterlambatan penanganan galian yang berdampak langsung pada arus lalu lintas," ujarnya.

2. Kemacetan diklaim terjadi di satu titik

Kemacetan di Jalan Tanjung Api-api kilometer 8, Gasing, Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kemacetan di Jalan Tanjung Api-api kilometer 8, Gasing, Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kasatlantas Polres Banyuasin, AKP Suwandi mengatakan, sempat tak bisa mengurai kemacetan yang terjadi. Hal ini akibat kondisi perbaikan jalan yang dilakukan tanpa perhitungan yang matang.

"Kesalahan dari pihak kontraktor tidak mengantisipasi sebelum melakukan penggalian jalan. Badan jalan langsung digali saja, sehingga akses jalan hanya satu lajur dan membuat kendaraan harus berjalan bergantian," ungkap Suwandi.

Suwandi menjelaskan, kondisi jalan yang rusak ditambah kondisi hujan yang mengguyur kawasan jalan Tanjung Api-api menyebabkan genangan di lokasi kemacetan. Polisi telah melakukan upaya untuk menangani kemacetan yang ada namun tidak maksimal.

"Kemacetan sejauh ini terjadi hanya di satu titik yang menjadi lokasi perbaikan jalan," jelasnya.

3. Warga mengeluh tak bisa beraktivitas

Kemacetan di Jalan Tanjung Api-api kilometer 8, Gasing, Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kemacetan di Jalan Tanjung Api-api kilometer 8, Gasing, Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Diberitakan, kemacetan terjadi akibat penyempitan jalan hingga hanya setengah badan jalan yang dapat dilalui, sehingga memicu antrean panjang, Sabtu 11 April.

Pantauan terbaru menunjukkan arus lalu lintas mulai lancar, meski antrean masih terjadi di sekitar lokasi perbaikan saat kendaraan melintas bergantian.

"Ada teman bilang jangan pulang kesiangan nanti terjebak macet, jadi saya muter lagi. Rencana manciing batal karena kalau macet sampai sana (Palembang)," kata Masirun seorang pengguna jalan, Minggu (12/4/2026).

Masirun menambahkan, kondisi jalan juga menghambat rutinitasnya memantau kebun di Jalur Banyuasin setiap minggu.

"Kalau lihat jalannya begini terganggu kita. Saya setiap minggu ke jalur kan untuk melihat kebun, berhubung jalan kek gini terpaksa gak bisa lewat," jelasnya.

Ia berharap perbaikan jalan segera dilakukan agar aktivitas kembali normal.

"Harapannya ya cepat lah diperbaiki, jangan rusak seperti itu saja. Kita juga terganggu loh aktivitas. Mau cepat jadi gak bisa cepat. Kita rugi waktu gak bisa maksimal, keluar pagi sampai tengah hari," ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More