Dukung Ekonomi Biru, Pemprov Dorong Potensi Bahari di Sumbar

- Pemprov Sumbar menegaskan komitmen mendukung ekonomi biru dengan menggabungkan keuntungan finansial masyarakat pesisir dan kelestarian ekologi laut secara berkelanjutan.
- Langkah utama meliputi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih serta budidaya ikan air tawar berbasis bioflok yang terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis.
- Pemerintah juga akan mengoptimalkan sentra pembenihan udang vaname dan kawasan konservasi perairan untuk ekowisata, demi menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Padang, IDN Times - Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansyarullah, menekankan bahwa pihaknya siap untuk mendukung ekonomi biru. Hal itu berkaitan dengan banyaknya potensi bahari yang ada di Sumbar dan bisa dikelola melalui pendekatan ekonomi biru.
Mahyeldi mengatakan bahwa strategi yang akan dilakukan oleh Pemprov Sumbar adalah dengan mengawinkan keuntungan finansial masyarakat pesisir dengan kelestarian ekologi kelautan.
"Kita ingin potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat dikelola secara berkelanjutan. Manfaat ekonominya harus dirasakan langsung oleh nelayan dan pembudidaya, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan," katanya.
1. Akan maksimalkan kampung nelayan merah putih

Mahyeldi mengatakan bahwa salah satu langkah yang akan dilakukan oleh Pemprov Sumbar adalah dengan melakukan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
"Ini sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir dari hulu hingga hilir yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat nelayan kita," katanya.
Menurutnya, kampung nelayan yang dibuat di Sumatra Barat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan dijadikan sebagai pengelolaan hasil laut di Sumatra Barat.
"Tentunya nanti kita akan bisa memanfaatkan fasilitas itu dengan maksimal. Karena dengan fasilitas yang mumpuni, tentunya bisa berjalan maksimal kedepannya," lanjutnya.
2. Pengembangan budidaya perikanan

Selain itu, Mahyeldi mengatakan bahwa pihaknya akan berfokus pada pengembangan budidaya perikanan air tawar berbasis sistem bioflok, yang secara strategis diintegrasikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Nanti kita akan bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengamankan ketersediaan pasokan pangan sehat untuk para siswa kita," katanya.
Ia mengatakan, dengan begitu, pihak SPPG tidak akan kekurangan bahan baku dan masyarakat yang membudidayakan ikan air tawar dengan sistem bioflok juga akan mendapatkan keuntungan.
3. Maksimalkan sentra pembenihan udang vaname

Selain itu, Mahyeldi juga mengusulkan untuk melakukan optimalisasi UPTD BPBALP Sungai Nipah dan Taluak Buo sebagai sentra produksi hatchery (pembenihan) udang vaname utama untuk wilayah barat Sumatra, yang dalam pelaksanaannya didukung penuh oleh UPTD BPIU2K Karangasem.
"Kalau itu bisa lebih dioptimalkan, tentunya para nelayan kita bisa mendapatkan bibit unggul untuk udang vaname dan akan mendapatkan hasil yang maksimal," katanya.
Mahyeldi mengatakan bahwa pihaknya juga akan mendorong pemanfaatan 7 kawasan konservasi perairan di Sumbar agar dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata bahari berbasis ekowisata tanpa mengabaikan faktor lingkungan.
"Seluruh inisiatif ini kami integrasikan dengan pengelolaan kawasan konservasi agar keseimbangan ekologis tetap terjaga. Kesejahteraan masyarakat meningkat, dan kekayaan hayati laut tetap terlindungi untuk generasi mendatang," katanya.









![[FOTO] Pertaruhan Nyawa Melintasi Jalan Bergelombang Banyuasin-Palembang](https://image.idntimes.com/post/20260516/upload_079614644d814fa9040888559360d029_179df430-cbca-441c-8035-27a720490ff5_watermarked_idntimes-1.jpg)









