Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dilatih Budi Sudarsono, Anak Palembang Diajak Mimpi Jadi Pemain Timnas
Coaching Clinic dipimpin mantan pemain timnas Indonesia Budi Sudarsono di Markas SSB Bumara, Sukawinatan Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Ratusan remaja Palembang ikut coaching clinic bersama legenda Timnas Budi Sudarsono untuk mengasah teknik dasar dan menumbuhkan semangat jadi pemain profesional.
  • Budi menekankan pentingnya pembinaan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kebersihan selain kemampuan teknis dalam sepak bola usia dini.
  • SSB Bumara berkomitmen membangun fasilitas berstandar FIFA serta terus menghadirkan sosok inspiratif agar anak muda Palembang termotivasi mengejar mimpi ke level tim nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Ratusan anak dan remaja di Kota Palembang mendapat pelatihan teknik dasar dan keterampilan bermain sepak bola dari legenda Timnas Indonesia, Budi Sudarsono.

Kegiatan coaching clinic yang digelar Sekolah Sepak Bola (SSB) Bumara itu bertujuan memotivasi para pemain usia muda agar terus berkembang dan mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional.

"Antusiasme anak-anak sangat luar biasa. Untuk usia dini, fasilitas lapangan sintetis seperti ini menurut saya sudah sangat bagus," ungkap Budi usai memberikan pelatihan, Senin (25/5/2026).

1. Anak harus didorong ke level yang lebih tinggi

Coaching Clinic dipimpin mantan pemain timnas Indonesia Budi Sudarsono di Markas SSB Bumara, Sukawinatan Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Tingginya antusiasme remaja di Palembang mengikuti coaching clinic tersebut diharapkan menjadi modal awal untuk mendukung perkembangan sepak bola usia dini di Bumi Sriwijaya.

Menurut Budi Sudarsono, semangat menjadi pemain profesional harus dibina sejak usia dini, karena setiap anak memiliki peluang berkembang hingga menembus level yang lebih tinggi, bahkan menjadi pemain berlabel tim nasional.

"Semua anak punya peluang jadi pemain timnas. Tinggal bagaimana pembinaannya dilakukan dengan baik supaya perkembangan mereka maksimal," jelasnya

2. Selain latihan teknik permainan, anak harus ditanamkan pendidikan karakter

Coaching Clinic dipimpin mantan pemain timnas Indonesia Budi Sudarsono di Markas SSB Bumara, Sukawinatan Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Budi menegaskan pembinaan usia dini tidak hanya fokus pada kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga pada pendidikan karakter. Meski tidak semua pemain nantinya menjadi pemain profesional, setidaknya mereka mengantongi didikan karakter yang baik agar berguna bagi masyarakat.

"Yang paling penting untuk usia dini itu karakter. Bagaimana mereka disiplin, berani, menjaga kebersihan, dan punya tanggung jawab. Saya selalu menekankan kebersihan itu nomor satu," ucapnya.

Dirinya mengapresiasi komitmen SSB Bumara yang berencana membangun sport center dan lapangan berstandar FIFA untuk pembinaan pemain muda di Sumatra Selatan.

"Banyak SSB punya pemain, tapi fasilitasnya kurang diperhatikan. Saya lihat komitmen SSB Bumara luar biasa karena serius membangun fasilitas untuk pendidikan sepak bola," jelasnya.

3. Berharap Jay dan Ole datang ke Palembang

Coching Clinic dipimpin mantan pemain timnas Indonesia Budi Sudarsono di Markas SSB Bumara, Sukawinatan Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Senada, pemain muda bernama Kenzi mengaku senang mendapat pelatihan dari Budi Sudarsono. Menurutnya, Budi merupakan sosok panutan bagi anak muda untuk mengikuti jejak kariernya di tim nasional, sekaligus banyak membagikan ilmu dan pengalaman kepada para pemain usia muda.

"Coaching clinic ini nambah pengalaman baru bagi saya, mulai dari teknik dribble, passing, control sampai heading. Ilmu yang didapat tentu sangat bermanfaat untuk diri saya sendiri

Dia berharap SSB Bumara ke depan bisa kembali menghadirkan pemain Timnas Indonesia untuk memberikan pelatihan sekaligus motivasi kepada para pemain muda.

"Harapannya nanti SSB Bumara bisa datangkan lagi pemain timnas. Cak Jay Idzes atau Ole Romeny," beber Kenzi.

4. Ingin anak muda Palembang punya motivasi tinggi jadi pemain profesional

CEO Sekolah Sepak Bola (SSB) Bumara, Didi Yanto (IDN Times/Rangga Erfizal)

Senada, CEO SSB Bumara, Didi Yanto, mengatakan coaching clinic menghadirkan langsung sosok yang dinilai mampu memberi inspirasi bagi anak-anak yang menekuni sepak bola sejak usia dini.

"Harapannya anak-anak yang bermain di SSB Bumara ini termotivasi untuk tetap berlatih dan punya harapan setinggi-tingginya untuk menjadi pemain timnas," bebernya.

Menurut Didi, saat ini total anak didik SSB Bumara hampir mencapai 200 orang yang tersebar di dua lokasi latihan, yakni di kawasan Sukawinatan dan Bukit Besar. Ia menegaskan fokus utama SSB Bumara saat ini adalah pembinaan usia muda, bukan semata-mata mencetak pemain sepak bola profesional.

"Kalaupun mereka nanti tidak jadi pemain bola, kami tetap mengajarkan disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab. Setelah latihan, mereka harus membersihkan lapangan, membuang sampah bekas latihan, dan lain-lain," jelasnya.

Editorial Team

Related Article