3 Fakta Sriwijaya FC Pascakompetisi Berakhir, Alarm Tim Bubar?

- Manajemen Sriwijaya FC musim lalu resmi mundur setelah kompetisi berakhir, termasuk Anggoro Prajesta yang memilih fokus pada keluarga dan kini menjadi pendukung tim.
- Masa depan klub masih menunggu keputusan pemegang saham terbesar PT Sriwijaya Optimis Mandiri terkait proses akuisisi dan keberlanjutan pelatih serta pemain inti.
- Kondisi finansial dan prestasi Sriwijaya FC disebut terburuk dalam sejarah klub, dengan harapan investor baru bisa memperbaiki situasi dan menjaga identitas Sumatra Selatan.
Palembang, IDN Times - Pascakompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 berakhir, kabar Sriwijaya FC (SFC) perlahan hilang dari peredaran. Bukan tanpa sebab, klub yang pernah meraih gelar double winner itu tenggelam usai memastikan degradasi ke Liga Nusantara.
Lalu, bagaimana kabar terbaru klub berjuluk Laskar Wong Kito? Berdasarkan informasi yang dihimpun IDN Times, tim legendaris asal Sumatra Selatan ini dikabarkan akan diakuisisi oleh manajemen baru. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan.
Sebab, manajemen sebelumnya menyatakan pengunduran diri dari struktur kepengurusan klub. Apakah keputusan kemunduran itu jadi alarm SFC bubar?
1. Manajemen SFC musim lalu pilih mundur dari kepengurusan

Menurut Anggoro Prajesta, eks Direktur Olahraga SFC musim lalu, seiring dengan berakhirnya pelaksanaan kompetisi Liga 2, ia resmi tak lagi membantu mengelola Sriwijaya FC.
Keputusannya itu ia ambil, bukan karena tidak lagi mencintai Sriwijaya FC. Melainkan dirinya ingin fokus pada keluarga. Apalagi, selama pertandingan berlangsung, waktu bersama SFC lebih banyak ketimbang bersama kerabat.
"Saat ini aku memilih menjadi pendukung Sriwijaya FC untuk sementara waktu," ujarnya.
2. Masa depan Sriwijaya FC tergantung keputusan PT Sriwijaya Optimis Mandiri
Diketahui, sepanjang musim kompetisi berlangsung, Anggoro banyak menangani operasional tim. Ia makin fokus mengurus Sriwijaya FC usai Digi Asia Sport yang dikelola Alexander Rusli mundur dari kepengurusan klub.
Saat ini, lanjut Anggoro, masa depan Sriwijaya FC masih menunggu keputusan pemegang saham terbesar PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), termasuk soal akuisisi klub yang masih berjalan.
Meski mundur, Anggoro berharap pelatih Sriwijaya FC yang masih di bawah tanggung jawab Iwan Setiawan dan sejumlah pemain inti tetap dipertahankan untuk menghadapi Liga Nusantara musim depan.
3. Berharap ada perbaikan Sriwijaya FC bila ada investor masuk
Anggoro mengaku, kondisi tim saat ini berada pada titik terburuk sepanjang sejarah klub. Tidak saja dari sisi prestasi, keadaan finansial pun kian terpuruk. Ibarat sakit, Sriwijaya FC dengan segudang cerita kini sudah kronis.
Dia bercerita, selama kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 berjalan, manajemen harus berjuang sendiri. Apalagi sejumlah pihak pengurus tim mundur dari tanggung jawab pengelolaan, termasuk komisaris utama.
Sementara dari informasi yang didapat, proses akuisisi Sriwijaya FC, pihak yang akan mengurus tim ke depan bakal dikelola oleh orang yang berasal dari Sumatra Selatan. Namun, saat dikonfirmasi siapa orangnya, ia pun tak banyak membahas lebih lanjut.
"Setahu saya, identitas klub tetap Sumsel," katanya.
Anggoro berharap siapa pun yang nantinya masuk dalam jajaran manajemen dapat didukung oleh seluruh pihak demi kemajuan tim. Ia juga menilai kehadiran investor baru menjadi harapan untuk memperbaiki kondisi Sriwijaya FC.
















