7 Saksi Diperiksa Terkait Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang

- Polda Sumbar telah memeriksa tujuh saksi terkait ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, termasuk guru, satpam, dan terduga pelaku yang diperiksa di Polresta Padang.
- Pemeriksaan berlangsung hingga dini hari dengan fokus mencari motif pelaku serta cara ia merakit bom yang dipelajari melalui media sosial seperti Instagram dan YouTube.
- Polisi mengamankan 19 barang bukti bahan peledak di Markas Brimob Polda Sumbar, termasuk tiga bom aktif dan satu yang sudah meledak saat kejadian.
Padang, IDN Times - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi dalam peristiwa peledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang yang terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026.
Sebanyak tujuh orang saksi yang telah diperiksa tersebut, menurut Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati, adalah orang-orang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
"7 saksi yang telah diperiksa itu ada guru, satpam sekolah, dan terduga pelaku sendiri yang diperiksa di Polresta Padang," katanya.
1. Pemeriksaan berlangsung hingga tengah malam

Susmelawati mengatakan, pemeriksaan saksi yang dilakukan tersebut sudah dimulai sejak kemarin sore dan berakhir hingga pukul 01.00 WIB dini hari.
"Sampai saat ini pemeriksaan masih terus berlanjut dan yang diperiksa ada beberapa guru lagi serta siswa yang menyaksikan kejadian itu," katanya.
Menurut Susmelawati, pemeriksaan terhadap R masih dilakukan di Polresta Padang dengan mengedepankan pendampingan terhadap terduga pelaku.
2. Fokus pemeriksaan yang dilakukan Polisi

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan tersebut sampai saat ini masih berfokus pada alasan terduga pelaku untuk melakukan pengeboman dan bagaimana dia merakit bom tersebut.
"Dari pengakuannya, untuk mempelajari perakitan bom itu dia mempelajarinya melalui internet seperti Instagram dan Youtube," lanjutnya.
Menurutnya, proses pemeriksaan itu masih akan terus berlanjut hingga kasus tersebut menjadi terang dan semuanya terbukti secara hukum.
3. Amankan 19 item barang bukti

Selain melakukan pemeriksaan, Sumelawati mengatakan bahwa pihaknya juga telah mengamankan sebanyak 19 item barang bukti berupa bahan dan alat peledak yang mudah terbakar.
"Barang bukti tersebut saat ini diamankan di Markas Brimob Polda Sumbar," katanya.
Menurutnya, 3 dari 19 barang bukti itu merupakan bom yang belum berhasil diledakkan. Sementara satu di antaranya sudah meledak saat kejadian di sekolah.
















