Pasca Pengeboman, Proses Belajar di MAN 3 Padang Tetap Berlangsung

- Proses belajar di MAN 3 Padang tetap berlangsung pasca ledakan bom yang dilakukan oleh seorang siswa, dengan kegiatan normal untuk kelas sebelas dan dua belas.
- Pihak kepolisian telah memeriksa satu siswa terkait dugaan perundungan terhadap pelaku pengeboman, sementara sekolah menunggu hasil proses hukum.
- Pihak sekolah berencana memperketat pengawasan dan melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Padang, IDN Times - Setelah terjadinya ledakan bom yang dilakukan oleh seorang siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, proses belajar-mengajar pada Rabu (15/7/2026) tetap dilakukan.
"Untuk hari ini kami tetap melaksanakan proses belajar mengajar untuk siswa kelas sebelas dan dua belas. Sementara untuk siswa baru masih melanjutkan proses taaruf," kata Kepala Sekolah MAN 3 Padang, Marliza.
Ia mengatakan bahwa kondisi para siswa usai kejadian pengeboman tersebut tidak ada masalah dan semua siswa tetap bisa menjalankan proses belajar dengan baik.
1. Pelaku bullying sudah diperiksa

Untuk kasus bullying yang diduga terjadi di MAN 3 Padang, Marlizq mengatakan bahwa terduga pelaku juga sudah dipanggil oleh pihak kepolisian.
"Sudah, dia juga sudah dipanggil kemarin, siswa yang satu kelas dengan R itu. Kalau kita hanya menunggu proses hukum yang sedang berjalan saat ini," katanya.
Selain itu, menurutnya, tidak ada lagi siswa yang diperiksa oleh pihak kepolisian lantaran pelaku perundungan yang diakui sebagai terduga pengeboman hanya satu orang.
2. Tidak tahu tindakan perundungan yang dilakukan

Marliza enggan mengungkapkan tindakan bullying yang telah diduga dilakukan oleh siswa tersebut kepada terduga pelaku.
"Kalau sampai saat ini kami belum tahu juga. Karena siswa itu tidak pernah bercerita kepada guru Bimbingan Konseling (BK) di sini," katanya.
Menurutnya, hal tersebut membuat pihaknya tidak bisa mengantisipasi tindakan pengeboman yang dilakukan oleh R.
3. Akan perketat pengawasan

Marliza mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian yang sama kedepannya pihaknya akan melakukan pengetatan dan antisipasi terhadap pelaku perundungan.
"Ya tentu kita akan melakukan berbagai antisipasi agar hal yang sama tidak terulang lagi kedepannya," katanya.

















