Wapres Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Siap Difungsikan Nataru 2026

- Wapres Gibran meninjau progres Jembatan Musi V yang menjadi bagian penting Tol Palembang-Betung, dengan target fungsional pada periode Natal dan Tahun Baru 2026.
- Jembatan Musi V sepanjang 1,8 kilometer kini sudah tersambung setelah percepatan konstruksi, menyisakan tahap penyelesaian akhir sebelum difungsikan.
- Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 kilometer diproyeksikan memangkas waktu tempuh menjadi sekitar satu jam, meski masih terkendala pembebasan 22 bidang lahan.
Palembang, IDN Times - Proyek Jalan Tol Palembang-Betung ditargetkan mulai difungsikan secara fungsional pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Target tersebut mengemuka saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan Jembatan Musi V, yang menjadi bagian dari ruas tol tersebut, dalam kunjungan kerjanya ke Palembang.
"Jembatan Musi V ini sudah dilakukan uji beban dan keluar uji laiknya. Insyallah di Nataru bisa difungsionalkan," ungkap Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, Kamis (16/7/2026).
1. Kondisi jembatan sudah tersambung di tahun 2026

Kunjungan Gibran ke Jembatan Musi V dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan salah satu infrastruktur utama pada ruas Tol Palembang-Betung. Jembatan sepanjang 1,8 kilometer itu menjadi titik strategis proyek sekaligus termasuk salah satu jembatan tol terpanjang di Indonesia.
"Pada kunjungan tahun lalu jembatan ini masih belum tersambung. Sekarang, setelah dilakukan percepatan, konstruksinya sudah menyatu dan tinggal menyelesaikan pekerjaan akhir," jelasnya.
2. Tol Palembang-Betung akan pangkas waktu perjalanan

Ia menjelaskan, Tol Palembang–Betung memiliki panjang total 69,19 kilometer. Kehadiran jalan tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari sekitar tiga jam melalui jalan nasional menjadi sekitar satu jam.
"Efisiensi waktu ini akan sangat membantu distribusi logistik. Barang yang diangkut, termasuk hasil pertanian, bisa sampai lebih cepat sehingga kualitasnya tetap terjaga," katanya.
2. Masih ada kendala penyelesaian tol Palembang-Betung

Aryono mengatakan penyelesaian pembangunan ruas Tol Palembang-Betung masih bergantung pada proses pembebasan lahan. Hingga kini, masih terdapat 22 bidang lahan yang sedang dalam tahap penyelesaian agar konstruksi jalan tol dapat dirampungkan sepenuhnya.
"Kami berharap persoalan pembebasan lahan bisa rampung tahun ini sehingga ruas Keramasan sampai Betung dapat difungsikan pada masa Nataru," kata Dwi.



















