Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar Wilayah di Sumsel Rawan Karhutla, 3 Daerah Usulkan Status Siaga

Daftar Wilayah di Sumsel Rawan Karhutla, 3 Daerah Usulkan Status Siaga
Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Musim kemarau diprediksi mulai akhir Mei hingga awal Juni 2026

  • BPBD lakukan koordinasi lintas instansi untuk atasi karhutla

  • Peran masyarakat sangat penting dalam pencegahan kebakaran

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ogan Ilir, IDN Times -‎ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan (Sumsel) sudah memetakan 12 kabupaten atau kota yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan tiga di antaranya sudah mengajukan penetapan status siaga karhutla meskipun musim kemarau belum datang.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi kebakaran pada musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Adapun ketiga daerah yang telah mengajukan di antaranya Kabupaten Ogan Ilir, Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir (OKI). Wilayah-wilayah itu memiliki kawasan gambut yang luas sehingga berisiko tinggi terhadap kebakaran.

1. Musim kemarau diprediksi mulai akhir Mei-awal Juni 2026

Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel
Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman mengatakan, hingga saat ini belum ada daerah yang secara resmi menetapkan status siaga melalui Surat Keputusan (SK). Namun, beberapa wilayah sudah mengajukan permohonan penetapan.

"Pengajuan lebih awal ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi mulai akhir Mei hingga awal Juni 2026, dengan puncak kekeringan terjadi pada Juli hingga Agustus," ujarnya.

2. BPBD lakukan koordinasi lintas instansi untuk atasi karhutla

Pemadaman Karhutlah di Sumsel yang menggunakan water booming.
Pemadaman Karhutlah di Sumsel yang menggunakan water booming. (Dok. IDN Times)

Pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan, terutama di wilayah rawan seperti lahan gambut yang mudah terbakar saat kondisi kering. Upaya tersebut meliputi sosialisasi larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, patroli di titik rawan, hingga pemasangan papan peringatan bahaya kebakaran.

"Selain itu, kesiapan personel, peralatan pemadam, serta sumber air terus diperkuat. Kami juga meningkatkan koordinasi lintas instansi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan pemerintah daerah dalam upaya penanganan karhutla," ucap Sudirman.

3. Peran masyarakat sangat penting dalam pencegahan kebakaran

(Petugas BPBD Ogan Ilir saat memadamkan karhutla di Sumsel)
(Petugas BPBD Ogan Ilir saat memadamkan Karhutla di Sumsel) Dok. IDN Times

Sudirman menambahkan, penanganan Karhutla dilakukan dalam tiga tahap, yakni prabencana melalui pencegahan, saat kejadian melalui pemadaman darat maupun udara, serta pascabencana berupa pendinginan dan evaluasi. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan kebakaran.

“Peran masyarakat sangat penting, terutama tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika ada tanda-tanda kebakaran,” jelasnya.

Diketahui wilayah yang masuk kategori rawan Karhutla di Sumsel meliputi:

  1. Ogan Ilir
  2. Ogan Komering Ilir (OKI)
  3. Banyuasin
  4. Musi Banyuasin (Muba)
  5. Muara Enim
  6. Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
  7. Lahat
  8. Musi Rawas
  9. Musi Rawas Utara
  10. Ogan Komering Ulu (OKU)
  11. OKU Selatan
  12. OKU Timur

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More