Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Deteksi Dini Jadi Prioritas APP Group Hadapi Musim Karhutla 2026

Deteksi Dini Jadi Prioritas APP Group Hadapi Musim Karhutla 2026
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, memimpin Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanganan Karhutla Sumsel di halaman Griya Agung, Rabu (6/5/2026) pagi. (Dok. APP Group)
Intinya Sih

  • Pemerintah Sumsel gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Palembang, diikuti 1.600 personel gabungan dan APP Group yang menampilkan kesiapan SDM, teknologi, serta simulasi patroli udara.
  • APP Group terapkan Integrated Fire Management dengan empat pilar utama—pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respons cepat—serta dorong kolaborasi antara pemerintah, aparat, masyarakat, dan mitra usaha.
  • Upaya pencegahan diperkuat lewat program DMPA di 31 desa dan sistem deteksi dini berbasis drone, CCTV, serta 31 situation room yang beroperasi 24 jam untuk antisipasi risiko karhutla akibat El Niño.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 di Griya Agung Palembang, Rabu, 7 Mei, sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dan kering akibat fenomena El Nino.

Sekitar 1.600 personel gabungan mengikuti apel siaga tersebut. Peserta terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga kelompok masyarakat peduli api. Kegiatan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago.

APP Group di Sumsel turut ambil bagian dalam apel tersebut dengan menampilkan kesiapan sumber daya manusia, teknologi, dan peralatan pemadaman. Kesiapan itu meliputi Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) inti, Tim Reaksi Cepat (TRC), perangkat pemadam, drone pemantau titik api, Automatic Weather Station (AWS), kendaraan patroli, hingga sistem komunikasi terintegrasi. Dalam kesempatan itu, helikopter APP Group juga melakukan patroli udara di sekitar lokasi apel sebagai bagian dari simulasi kesiapsiagaan.

1. APP Group perkuat kolaborasi dan sistem pencegahan

IMG-20260506-WA0000.jpg
Apel penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, mengatakan APP Group bersama mitra pemasoknya di Sumsel, yakni PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, PT SBA Wood Industries, PT Rimba Hutani Mas, PT Sumber Hijau Permai, PT Bumi Persada Permai, dan PT Tri Pupajaya menerapkan pendekatan Integrated Fire Management (IFM) yang berfokus pada empat pilar utama, yakni pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respons cepat.

“Melalui pendekatan Integrated Fire Management, kami memastikan seluruh upaya penanggulangan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan berbasis masyarakat, pemantauan berbasis teknologi, hingga kesiapan respons cepat di lapangan," kata dia.

Namun, Suhendra meyakini, pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur kebersamaan harus terus kita hidupkan, agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Suhendra.

2. Libatkan masyarakat hingga penguatan deteksi dini

Sejumlah pejabat dan petugas memantau peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan saat apel kesiapsiagaan di Palembang.
Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Palembang, Rabu (6/5/2026). (Dok. Kemenhut)

Upaya pencegahan di wilayah operasional mitra APP Group di Sumsel, khususnya di OKI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin, dilakukan melalui program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang telah berjalan di 31 desa. Program tersebut melibatkan TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berjumlah 633 orang melalui patroli terpadu, sosialisasi, dan pengelolaan lahan tanpa bakar.

Dalam memperkuat kesiapsiagaan, mitra pemasok APP Group di Sumatera Selatan juga telah menyiagakan 907 personel RPK dan 48 personel Tim Reaksi Cepat. Mereka didukung tiga helikopter patroli dan dua helikopter water bombing, dua unit airboat dan 84 speedboat untuk wilayah lahan basah, serta 22 mobil patroli, 27 truk pemadam, dan 155 motor patroli darat.

“Kami mengajak semua stakeholder untuk untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam mencegah dan menanggulangi potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan," tambah Suhendra.

3. Sistem penunjang pencegahan karhutla

Apel penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Apel penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Penguatan sistem deteksi dini juga dilakukan melalui 40 menara api, 81 menara mini portable, 87 pos pantau, serta dukungan drone dan CCTV. Seluruh sistem pemantauan terhubung dalam 31 situation room yang beroperasi selama 24 jam secara real-time berbasis data satelit.

Dengan dukungan sumber daya yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor, potensi karhutla diharapkan dapat diantisipasi lebih dini, terutama di tengah ancaman El Niño yang diprediksi meningkatkan risiko kebakaran tahun ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More