Korban Selamat Bus ALS Dievakuasi ke Palembang Gunakan Helikopter

- Satu korban selamat kecelakaan bus ALS di Musi Rawas Utara, bernama Ngadiono asal Pati, akan dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang menggunakan helikopter untuk perawatan lanjutan.
- Dua korban lain dengan luka bakar 90 persen, Jumiatun dan Muhammad Fahrul Hubaidi, akan dievakuasi ke Palembang melalui jalur darat menggunakan ambulans karena kondisi tidak memungkinkan naik helikopter.
- Tim DVI Polda Sumsel dan Mabes Polri mengalami kesulitan mengidentifikasi 16 jenazah korban karena terbakar hangus, sehingga pengambilan sampel dilakukan untuk pencocokan di laboratorium Mabes Polri.
Palembang, IDN Times - Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto mengatakan, satu korban selamat tragedi kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Musi Rawas Utara akan dievakuasi ke Palembang menggunakan Helikopter.
"Satu orang korban kecelakaan bus yang berhasil selamat akan dievakuasi ke RS Bhayangkara. Korban bernama Ngadiono, warga Pati," ujarnya saat menggelar konferensi pers, Kamis (7/5/2026).
1. Perawatan medis korban selamat dilakukan di RS Bhayangkara Palembang

Budi mengatakan, warga asal Jawa Tengah saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit. Korban sudah menerima tindak medis usai operasi. Selanjutnya akan menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang.
"Perawatan medis akan dilakukan di Palembang sampai sembuh,” kata dia.
2. Dua korban selamat dievakuasi menggunakan ambulans

Lebih lanjut Budi menjelaskan, kondisi Ngadiono mengalami luka bakar 50 persen, sehingga proses evakuasi bisa dilakukan dengan helikopter. Berbeda dengan dua korban lain, yakni Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah dan Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal, Jawa Tengah, mengalami luka bakar 90 persen sehingga tak bisa dibawa menggunakan helikopter.
“Dua korban lain dibawa menggunakan ambulans, karena kondisi mereka yang tidak dimungkinkan. Ketiga korban ini akan dievakuasi ke Palembang besok pagi dengan jalur darat dan helikopter," jelasnya.
3. Jenazah sulit dikenali karena terbakar hangus

Sementara Tim DVI dari Polda Sumsel dan Mabes Polri kesulitan mengidentifikasi 16 jenazah korban kecelakaan Bus ALS yang terbakar di Kabupaten Musi Rawas Utara. Hal itu disebabkan kondisi seluruh korban mengalami luka bakar hingga 90 persen karena terpanggang dan hangus.
Budi menjelaskan, tim DVI mengumpulkan sampel yang masih bisa dianggap akurat untuk mengidentifikasi jenazah para korban. Sampel tersebut dikirim ke laboratorium Mabes Polri untuk dilakukan pencocokan.
"Kondisi jenazah sudah sangat sulit dikenali karena terbakar hangus. Beberapa tulang sudah hancur dan gigi hancur," kata dia.















