Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kondisi Terkini 3 Korban Bus ALS di RSUD Rupid, Luka Bakar 70 Persen

Kondisi Terkini 3 Korban Bus ALS di RSUD Rupid, Luka Bakar 70 Persen
Jenazah korban kecelakaan Bus ALS saat dibawa ke Lubuk Linggau. (Dok. Polantas Linggau)
Intinya Sih
  • Ketiga pasien luka bakar serius membutuhkan perawatan intensif di ICU

  • Bus mencoba menghindari lobang namun tabrak mobil tangki

  • Bus ALS berangkat dari Semarang pada 2 Mei 2026 dengan tujuan Medan

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Musi Rawas Utara, IDN Times -‎ Empat korban selamat dari kecelakaan maut yang melibatkan Bus ALS dan sebuah mobil tangki di wilayah Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Tiga di antaranya masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit karena kondisinya dilaporkan lemah, dan memerlukan penanganan medis secara intensif oleh tim dokter.

Dua korban diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni Ngadiono (44) dan Jumiatun (34). Warga Desa Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini mengalami luka bakar cukup parah dengan persentase mencapai sekitar 70 persen. Sementara satu korban lainnya, M Tahrul Hubaidi (31), yang juga berasal dari Kabupaten Pati, mengalami luka bakar lebih berat hingga sekitar 90 persen. Sedangkan Muhamad Fadli (29), warga Sibolga yang juga kernet bus mengalami luka ringan pada kedua betis dan lengan kiri.

1. Ketiga pasien luka bakar serius membutuhkan perawatan intensif di ICU

Korban kecelakaan bus ALS yang selamat saat menjalani perawatan medis.
Korban kecelakaan bus ALS yang selamat saat menjalani perawatan medis. (Dok. IDN Times)

Humas RSUD Rupit, Pandi mengatakan, awalnya hanya dua pasien yang dirawat di ICU, yaitu M Tahrul Hubaidi dan Jumiatun. Namun, kondisi Ngadiono yang terus menurun membuat tim medis memutuskan untuk memindahkannya ke ruang ICU agar mendapatkan pengawasan dan perawatan lebih intensif. Meski demikian, pihak rumah sakit tidak secara gamblang menyebut kondisi ketiga korban dalam status kritis.

"Keputusan pemindahan pasien dilakukan berdasarkan pertimbangan medis. Saat ini yang bisa kami sampaikan, ketiga pasien memang membutuhkan perawatan intensif di ICU. Kami fokus pada penanganan terbaik untuk mereka," ujarnya.

2. Bus mencoba menghindari lubang, namun menabrak mobil tangki

Jenazah korban kecelakaan Bus ALS saat dibawa ke Lubuk Linggau.
Jenazah korban kecelakaan Bus ALS saat dibawa ke Lubuk Linggau. (Dok. Polantas Linggau)

Sementara menurut kesaksian Fadli, kernet bus yang selamat, saat itu Bus ALS yang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi mencoba menghindari lubang di jalan. Namun dari arah berlawanan datang truk tangki minyak dengan kecepatan tinggi hingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Benturan keras membuat kaca depan bus pecah. Dengan cepat Fadli melompat keluar melalui kaca depan untuk menyelamatkan diri.

“Saya tidak terjepit karena tabrakan itu di bagian tengah. Saat kejadian saya lompat dari kaca depan karena pintu sudah tidak bisa dibuka,” ungkapnya.

3. Bus ALS berangkat dari Semarang pada 2 Mei 2026 dengan tujuan Medan

Kondisi bus ALS terbakar di Muratara. (Dok. IDN Times)
Kondisi bus ALS terbakar di Muratara. (Dok. IDN Times)

Tak lama setelah tabrakan, api langsung membesar dari bagian depan bus dan asap hitam memenuhi kabin kendaraan. Sebagian besar penumpang diketahui sedang tertidur saat kejadian.

“Setelah tabrakan api langsung besar. Saya lari ke belakang diikuti tiga orang lainnya. Itulah yang membuat kami selamat,” jelasnya.

Fadli menambahkan, Bus ALS tersebut berangkat dari Semarang tujuan Medan pada 2 Mei 2026 dengan membawa total 18 orang, termasuk sopir dan kernet. Dari jumlah tersebut, terdapat empat penumpang perempuan, termasuk seorang balita.

"Sebelum kecelakaan terjadi, bus sempat berhenti di SPBU Kota Lubuk Linggau untuk mengisi bahan bakar. Dalam perjalanan, bus juga sempat mengalami gangguan teknis, namun masih dapat diperbaiki sopir sehingga perjalanan dilanjutkan," ucapnya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More