Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Respons BBPJN Sumsel Soal Opsi Pencopotan Jam Analog Jembatan Ampera

Respons BBPJN Sumsel Soal Opsi Pencopotan Jam Analog Jembatan Ampera
Suasana di atas jembatan Ampera lengang lalu lalang kendaraan (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BBPJN Sumsel menanggapi rencana pencopotan jam analog Jembatan Ampera yang rusak dan sering dikeluhkan warga karena waktu yang tidak akurat.
  • Pelepasan jam dinilai berisiko tinggi karena dilakukan di ketinggian, sehingga memerlukan prosedur keselamatan ketat untuk melindungi pekerja dan pengguna jalan.
  • Nugraha menjelaskan kerusakan jam disebabkan gangguan arus listrik pada panel, dan setelah dilepas, tidak akan ada penggantian unit baru di Jembatan Ampera.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatra Selatan merespons rencana Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, soal pencopotan jam analog di Jembatan Ampera. Diketahui wacana pencopotan jam tersebut karena mengalami kerusakan mesin hingga membuat waktu tidak akurat, dan menimbulkan keluhan warga yang meminta adanya perrbaikan.

"Pencopotan jam besar memerlukan waktu cukup panjang, karena untuk bekerja di ketinggian ada persyaratan yang harus dipenuhi," ujar Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Sumsel, Nugraha, Kamis (7/5/2026).

1. Pencopotan jam di Jembatan Ampera memiliki risiko

Jembatan Ampera di Palembang/Dhiya Awlia Azzahra
Jembatan Ampera di Palemban. (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Dia menjelaskan, proses pencopotan jam analog di Jembatan Ampera tidak bisa dilakukan secara cepat karena termasuk pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi. Pekerjaan di ketinggian, kata Nugraha, memiliki sejumlah persyaratan teknis dan keselamatan yang harus dipenuhi secara ketat.

"Termasuk untuk melindungi pekerja dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. Pelepasan jam ini bisa ada risiko dari sisi pekerja dan pengguna jalan," jelasnya.

2. Sebelum pencopotan, jam diusahakan masih berfungsi

Arus lalu lintas di Jembatan Ampera (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)
Arus lalu lintas di Jembatan Ampera (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)

Nugraha menegaskan, dari sisi PJN Wilayah III Sumsel akan berupaya mempercepat proses perbaikan sekaligus pencopotan jam, tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

"Sambil menunggu tahapan pencopotan, kondisi jam masih diusahakan untuk bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Kami upayakan berfungsi normal, sambil kami terus koordinasi dengan PLN terkait suplai dan stabilitas listrik," kata dia.

3. Setelah jam analog dicopot tidak akan ada aksesori di Jembatan Ampera

Tampilan Jembatan Ampera Palembang dari ketinggian menara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Tampilan Jembatan Ampera Palembang dari ketinggian menara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Nugraha menyampaikan, gangguan pada jam analog karena masalah arus listrik. Gangguan tersebut kata dia menyebabkan kerusakan pada panel jam, sehingga fungsi penunjuk waktu sempat terganggu.

"Memang kemarin ada permasalahan arus listrik, sehingga terjadi kerusakan pada panel jam. Itu yang menyebabkan jam sempat tidak berfungsi," jelasnya.

Dia memastikan setelah jam tersebut dilepas, tidak akan ada penggantian dengan unit baru. Jembatan Ampera akan dikembalikan ke kondisi semula tanpa keberadaan jam di sisi jembatan.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More