11 Sampel DNA Keluarga Korban Bus ALS Diperiksa, Hasil Paling Cepat 5 Hari

- Tim DVI Polda Sumsel mengambil 11 sampel DNA keluarga korban kecelakaan bus ALS di Muratara dan mengirimkannya ke Mabes Polri untuk proses identifikasi lanjutan.
- Hasil tes DNA diperkirakan keluar dalam waktu lima hari hingga dua pekan, lalu dicocokkan dengan data antemortem serta manifest penumpang bus ALS.
- Kecelakaan terjadi saat bus ALS diduga masuk jalur berlawanan dan menabrak mobil tangki BBM, menyebabkan benturan keras yang memicu kebakaran hebat dan menewaskan beberapa orang.
Palembang, IDN Times - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel mengambil 11 sampel DNA milik 11 keluarga korban kecelakaan bus ALS di Muratara. Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium milik Mabes Polri sebagai bagian dari identifikasi lebih lanjut.
"Kita kirimkan 11 sampel hari ini. Sementara sisanya 5 orang lagi menunggu pihak keluarga datang ke Palembang untuk diambil sampel," ungkap Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, Jumat (8/5/2026).
1. Paling cepat hasil tes DNA keluar 5 hari

Budi menyebut tim laboratorium forensik akan bekerja memeriksa sampel paling lama dua pekan dan paling cepat lima hari. Setelah hasil DNA tersebut, tim DVI akan mencocokkan dengan sampel para korban yang kini berada di ruang kamar jenazah RS Bhayangkara.
"Kita juga kompulir hasilnya data-data dari manifest bus, itu juga jadi bahan antemortem. Jadi, data-data pada saat pasien masih hidup kita kumpulkan, apakah betul ada atau tidak (di dalam bus), nanti dicocokkan dengan hasil DNA dan hasil properti," bebernya.
2. ALS diduga tabrak mobil tangki BBM

Diberitakan sebelumnya, Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aiptu Iin Shodikin, menjelaskan kronologi kecelakaan tragis tersebut. Bermula ketika bus ALS yang membawa belasan orang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi.
"Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki bahan bakar minyak atau BBM yang berisi dua orang. Setibanya di TKP, diduga bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut," ungkap Shodiqin.
3. Benturan keras picu kebakaran

Akibat kejadian tersebut, pengemudi mobil tangki Seleraya bernama Yanto dan penumpangnya, Martini, meninggal dunia terbakar di dalam mobil tersebut. Sementara para korban dari bus ALS hingga kini identitasnya masih dalam proses identifikasi pihak kepolisian.
"Pengemudi bus ALS meninggal dunia. Untuk penumpang bus, masih kami data total korban yang meninggal dunia. Masih dicari database penumpang, ujarnya.
Benturan keras akhirnya memicu kobaran api yang dengan cepat menghanguskan kedua kendaraan besar tersebut serta satu unit sepeda motor yang berada di lokasi. Untuk tiga kendaraan yang terbakar, belum diketahui nomor pelatnya karena dalam kondisi hangus di TKP.
















