Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Keluarga Bupati Muratara Turut Jadi Korban Kecelakaan Bus ALS

Keluarga Bupati Muratara Turut Jadi Korban Kecelakaan Bus ALS
Bupati Muratara Devi Suhartoni saat mengunjungi korban kecelakaan BUS ALS di Lintas Sumatra (Dokumentasi: Devi Suhartoni)
Intinya Sih
  • Bupati Muratara Devi Suhartoni berduka atas kecelakaan bus ALS yang menewaskan dua anggota keluarganya, yaitu sopir dan kernet truk tangki minyak asal Desa Belani.
  • Devi mengungkapkan bus ALS sering melaju kencang di wilayah Muratara meski sudah berkali-kali diingatkan agar berhati-hati karena kondisi jalan rusak dan berlubang.
  • Pemerintah daerah telah berupaya menambal jalan rusak serta melapor ke BBPJN, namun perbaikan belum maksimal akibat keterbatasan anggaran nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Musi Rawas Utara, IDN Times - Bupati Muratara Devi Suhartoni turut merasakan duka atas kecelakaan bus ALS yang terjadi di wilayahnya. Dalam musibah tersebut, dua anggota keluarganya yang berada di dalam truk tangki minyak dilaporkan meninggal dunia.

Kabar duka itu disampaikan Devi Suhartoni melalui akun Facebook pribadinya. Dalam keterangannya, ia mengungkapkan masih memiliki hubungan keluarga dengan dua korban yang merupakan sopir asal Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir.

"Dua korban adalah keluarga saya, sopir tangki minyak dari Desa Belani. Nenek kami berdua beradik, namun ini semua jalan Tuhan, cobaan kepada saya sebagai pemimpin Muratara maupun sebagai keluarga," unggah Devi, Jumat (8/5/2026).

1. Kecelakaan bagian dari musibah

Bupati Muratara Devi Suhartoni saat mengunjungi korban kecelakaan BUS ALS di Lintas Sumatra (Dokumentasi: Devi Suhartoni)
Bupati Muratara Devi Suhartoni saat mengunjungi korban kecelakaan BUS ALS di Lintas Sumatra (Dokumentasi: Devi Suhartoni)

Devi Suhartoni mengungkapkan, korban meninggal dalam kecelakaan tersebut yakni Aryanto (49) selaku pengemudi truk tangki pengangkut minyak dan Martono (48) yang merupakan kernet truk tangki. Keduanya disebut masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Devi menyebut kecelakaan itu bukan keinginan siapa pun, melainkan musibah yang tidak dapat dihindari. Sebagai kepala daerah, dirinya mengaku selama ini terus mengingatkan para pengemudi bus agar berhati-hati saat melintas di wilayah Muratara.

Menurutnya, imbauan untuk berhati-hati terus disampaikan mengingat masih banyak ruas jalan yang rusak dan berlubang. Kondisi tersebut kerap membuat pengemudi harus menghindari jalan rusak yang berisiko menyebabkan kendaraan masuk ke siring maupun memicu tabrakan dengan kendaraan lain.

"Kita sudah mengingatkan kecepatan untuk hati-hati. Kapolres juga melakukan gerakan nambal (jalan rusak), namun tidak semua bisa ditambal dan masih banyak bolong-bolong kecil," jelasnya.

2. Ingatkan Bus ALS untuk hati-hati

Kondisi bus ALS terbakar di Muratara.
Kondisi bus ALS terbakar di Muratara. (Dok. IDN Times)

Devi Suhartoni menegaskan, bus ALS telah beberapa kali dihentikan karena melaju dengan kecepatan tinggi saat memasuki wilayah Muratara. Namun, imbauan tersebut disebut belum diindahkan oleh para sopir hingga akhirnya terjadi kecelakaan.

Menurut Devi, teguran kepada sopir bus ALS terus dilakukan agar tidak mengemudi dengan kecepatan tinggi, mengingat banyak ruas jalan di Muratara yang rusak dan berlubang sehingga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

"Saya sudah berkali-kali bahkan menyetopkan bus-bus lintas Sumatera masuk Muratara (untuk) hati-hati jangan ngebut karena jalan banyak rusak dan berlubang. Ketika jalan berlubang, rata-rata secara naluri (sopir) menghindar; ketika menghindar, dua kemungkinan terjadi, yaitu masuk siring atau tabrakan," ungkap Devi.

3. Sudah berkali-kali minta jalan diperbaiki

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (Dok. Polda Sumsel)

Menurut Devi Suhartoni, pemerintah daerah juga telah beberapa kali melakukan penambalan pada ruas jalan yang rusak di wilayah Musi Rawas Utara. Selain itu, pihaknya telah melaporkan kondisi jalan tersebut kepada Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) agar segera dilakukan perbaikan.

"Berbicara ke Balai Satker sudah berkali-kali dan Satker juga bergerak sehari menambal. Tetapi lubang masih banyak, tidak selesai-selesai karena anggaran nasional sangat kecil," bebernya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More