Respon Pakar Pendidikan Padang, Bila SMA Kembali Penjurusan

- Kementerian Pendidikan akan kembali menerapkan penjurusan di tingkat SMA
- Penjurusan dapat membantu siswa mempersiapkan diri untuk kehidupan di perguruan tinggi dan karier
- Penjurusan juga dapat membuat siswa terperangkap dalam jurusan yang salah jika tidak dipersiapkan dengan baik oleh orang tua dan sekolah
Padang, IDN Times - Kementerian Pendidikan kembali melakukan perubahan skema pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Indonesia pada tahun ajaran baru nantinya. Pemerintah akan memberlakukan kembali penjurusan di tingkat SMA. Artinya, setiap siswa di SMA harus kembali memilih jurusan IPA, IPS atau Bahasa seperti program pendidikan sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, pengamat pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Jamaris Jamna mengungkapkan bahwa kurikulum yang dibuat oleh pemerintah harus memperhatikan beberapa hal.
1. Positifnya sistem jurusan di SMA

Jamaris mengungkapkan, hal baik dari penjurusan tersebut, para siswa sudah bisa mempersiapkan dirinya untuk bisa merencanakan kehidupannya kedepan.
"Ketika memasuki perguruan tinggi, mereka sudah mempersiapkan diri dari SMA," katanya saat dihubungi IDN Times, Sabtu (18/4/2025).
Selain itu, para orang tua juga bisa mempersiapkan anaknya untuk bisa memasuki sekolah atau perguruan tinggi yang akan dituju selanjutnya oleh anaknya.
"Sehingga, sudah mempersiapkan diri sesuai dengan kondisi kemampuan dari anaknya ataupun kondisi sekolah atau pekerjaan yang akan dilalui," katanya.
2. Negatifnya penjurusan di SMA

Sementara, untuk tidak baiknya penjurusan di SMA, menurut Jamaris, para siswa akan terpenjara selamanya di jurusan yang telah dipilih sebelumnya.
"Jika seorang siswa itu salah dalam mengambil jurusan saat berada di jenjang SMA, maka mereka akan terperangkap di jurusan tersebut bahkan bisa sampai ke dunia kerja," katanya.
Sementara, dengan program peminatan yang dilakukan saat ini, menurutnya siswa masih tetap bisa mengubah minatnya saat menuju perguruan tinggi.
"Tetapi, negatifnya peminatan tersebut membuat siswa masih bingung untuk memilih jurusan saat berada di perguruan tinggi nantinya," katanya.
3. Yang harus diperhatikan

Menurut Jamaris, hal yang harus dilakukan sebenarnya adalah mempersiapkan kemampuan orang tua dan sekolah dalam mempersiapkan anaknya untuk memilih jurusan yang tepat.
"Jika tidak, maka anak akan terjebak dalam jurusan yang salah nantinya dan mereka akan terpenjara dalam kesalahan tersebut," katanya.
Ia mengungkapkan, hal yang harus diedukasi sejak awal adalah orang tua atau sekolah yang harus sudah mengetahui arah minat para siswa agar tidak terjebak nantinya.



















