Motif Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Kelas: Kesal Jadi Korban Perundungan

- Siswa MAN 3 Padang berinisial R (17) meledakkan bom di kelas dan mengaku melakukannya karena sering menjadi korban bullying di sekolah.
- Polisi mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV sekolah, lalu membawa R ke Mapolresta Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut bersama orang tuanya.
- Pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa bom molotov, bom rakitan, dan perlengkapan lain, serta masih melanjutkan proses penyelidikan kasus tersebut.
Padang, IDN Times - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang berinisial R (17) yang meledakkan bom di dalam kelas mengaku melakukan tindakan tersebut lantaran kesal sering menjadi korban bullying alias perundungan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi.
"Kami saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan orang tuanya," katanya.
1. Terungkap dari rekaman CCTV

Apri mengatakan, terungkapnya terduga pelaku pengeboman tersebut usai pihaknya melakukan pemeriksaan kamera CCTV di sekolah.
"Setelah kami melakukan pemeriksaan CCTV, kami menemukan salah satu siswa yang melakukan pengeboman tersebut," katanya.
Setelah mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung membawa terduga pelaku ke Mapolresta Padang untuk dilakukan pemeriksaan.
2. Mengaku sering dibully

Kapolres mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan, terduga pelaku melakukan tindakan tersebut karena ingin balas dendam.
"Dia mengaku melakukan pengeboman akibat rasa dendam karena sering dibully oleh teman-temannya," katanya.
Menurutnya, pelaku meluapkan emosinya dengan merencanakan pengeboman di sekolah hingga rencana itu direalisasikan pada Selasa (14/7/2026) pagi.
3. Amankan berbagai barang bukti

Menurut Apri, dari proses yang dilakukan, pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti yang didapatkan dari terduga pelaku.
"Kami mengamankan beberapa barang bukti berupa bom molotov, bom rakitan, dan beberapa perlengkapan yang digunakan oleh terduga pelaku," katanya.
Ia mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan masih terus berlanjut dan akan menyampaikan perkembangan selanjutnya.


















