Herman Deru Minta Pertamina Hitung Kebutuhan Solar Kendaraan Luar Sumsel

- Gubernur Sumsel Herman Deru meminta Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan biosolar subsidi di jalur logistik dan lintas provinsi karena banyak kendaraan luar daerah mengisi BBM di wilayah Sumsel.
- Deru menekankan distribusi biosolar harus merata di 164 SPBU, terutama di jalur strategis pengangkut logistik, agar antrean panjang berkurang dan pelayanan tetap optimal di seluruh wilayah.
- Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena stok biosolar masih aman, serta pemerintah telah berkoordinasi dengan Pertamina dan BPH Migas untuk menjamin ketersediaan pasokan.
Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan biosolar subsidi di jalur logistik dan lintas provinsi. Menurutnya, kebutuhan BBM di Sumsel lebih tinggi karena banyak kendaraan angkutan dari luar daerah yang melintas dan mengisi bahan bakar di wilayah tersebut.
"Saya minta pasokan (biosolar) ini dijaga dan tidak hanya menumpuk di Kota Palembang. Bahkan ada kendaraan dari Padang, Medan dan Kalimantan tadi yang mengisi bahan bakar. Itulah Patra Niaga harus juga berhitung kendaraan non-Sumsel," ungkap Herman Deru, Rabu (15/7/2026).
1. Minta pasokan benar-benar dijaga

Menurut Deru, distribusi biosolar perlu diprioritaskan di SPBU yang berada di jalur strategis pengangkut logistik agar pengemudi tidak hanya bergantung pada SPBU tertentu. Dengan distribusi yang merata, antrean panjang di sejumlah titik diharapkan dapat berkurang.
"Solarnya kadang habis. Saya minta dipantau jangan sampai habis, baik di jalan strategis pengangkut logistik antarkota dalam provinsi maupun antarpulau. Pasokannya betul-betul dijaga dan jangan menumpuk di Kota Palembang," katanya.
2. Pelayanan SPBU harus optimal

Deru juga meminta Pertamina Patra Niaga meningkatkan pelayanan di seluruh SPBU di Sumsel. Menurut dia, provinsi ini memiliki 164 SPBU sehingga penambahan pasokan harus diimbangi dengan pelayanan yang optimal.
"Sumsel ini kan luas, ada 164 SPBU. Saya tugaskan ke Patra Niaga, pasokannya harus ditambah dan pelayanannya bertambah," ujarnya.
3. Masyarakat diminta tak panic buying

Diberitakan sebelumnya, Herman Deru menyebut antrean panjang biosolar di sejumlah SPBU terjadi bukan karena pasokan menipis, melainkan akibat panic buying. Pemerintah, menurutnya, telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas untuk menjamin stok tetap tersedia sekaligus mengusulkan penambahan kuota.
"Persoalan antrean ini bukan pasokan yang harus diketahui. Masalah kuota sudah saya minta ditambah. Yang kita tegaskan itu jangan sampai ada panic buying," ungkap Deru, Selasa (14/7/2026).
Menurut Deru, fenomena panic buying terlihat ketika pengendara enggan berpindah ke SPBU lain meski antrean di lokasi tersebut mengular. Mereka khawatir stok BBM di SPBU tujuan akan habis sebelum mendapat giliran mengisi.
"Misalnya di titik ini antre panjang, dia tidak mau ke SPBU lain karena khawatir nanti saat pindah habis. Kekhawatiran seperti ini yang harus kita beri pemahaman kepada masyarakat bahwa tidak perlu khawatir karena stok akan terus ada, terutama di SPBU yang beroperasi 24 jam," ujarnya.

















