Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Evaluasi MBG Palembang: Sempat Dikasih Mie, Datang Lambat

Menu MBG di Palembang hari keempat (Dok. Tangkapan layar untuk IDN Times)
Menu MBG di Palembang hari keempat (Dok. Tangkapan layar untuk IDN Times)
Intinya sih...
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Palembang butuh evaluasi distribusi, perbaruan menu, dan teknis penyaluran dari penyedia ke sekolah.
  • Pembagian MBG sering terlambat, membuat siswa menunggu dan waktu istirahat berkurang karena menu tiba tak sesuai jadwal.
  • Disdik Palembang masih menunggu juknis agar program MBG tetap berjalan lancar selama Ramadan dengan beberapa penyesuaian, seperti perubahan jadwal pembagian makanan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Palembang yang berjalan sejak 6 Januari lalu, butuh evaluasi distribusi, perbaruan menu, serta perbaikan teknis penyaluran dari penyedia MBG ke sejumlah sekolah.

"Selama berjalan MBG menu berbeda, tapi mulai bosen. Pernah minggu kemarin bukan nasi, tapi mie dikasih," kata Rahma siswa SDN 129 Palembang, Jumat (28/2/2025).

1. Distribusi MBG Palembang beberapa kali terlambat dibagikan

pembagian makan gratis di SMP N 19 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
pembagian makan gratis di SMP N 19 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Pembagian MBG biasanya dilakukan sebelum jam istirahat. Tapi kata Rahma, paket MBG sampai di sekolah beberapa kali terlambat. Sehingga membuat mereka menunggu dan waktu istirahat lebih singkat karena menu MBG tiba tak sesuai jadwal.

"Kalau sampainya (paket MBG) lebih lama, jam untuk main di istirahat jadi berkurang" jelas dia.

2. Menu MBG Palembang perlu penyesuaian nafsu makan anak

Salah satu siswa SD di Palembang yang enggan memakan menu MBG (Dok: Tangkapan Layar)
Salah satu siswa SD di Palembang yang enggan memakan menu MBG (Dok: Tangkapan Layar)

Tak hanya Rahma, bagi Yanti wali murid TK Pembina 5 Palembang, menu MBG yang dibagikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya cukup variatif. Tetapi untuk siswa TK, terkadang menu itu tidak sesuai dengan keinginan mereka.

"Jadinya ibunya yang makan sampai habis. Aman menunya, tapi anaknya memang gak mau makan," jelasnya.

Program MBG di TK Pembina 5 Palembang baru berjalan dua hari dari Senin (24/2/2025) dan Selasa (25/2/2025) dan hari selanjutnya sekolah mulai libur jelang bulan Ramadan. Hari pertama, sekolah ini mendapatkan menu ayam goreng,tumis wortel dan sayur tauge campur tahu sama buah pisang.

"Hari kedua kemarin telur rebus, tumis wortel, tempe dan salak," kata dia.

3. MBG Palembang dijanjikan tetap berjalan saat ramadan

Pembagian makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Palembang (Dok: tangkapan layar)
Pembagian makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Palembang (Dok: tangkapan layar)

Sejak Kamis (27/2/2025), sejumlah sekolah di Palembang yang telah mendapatkan MBG mulai menerapkan libur bulan puasa. Selama sepekan, siswa tidak mengikut kegiatan belajar dan mengajar (KBM)

Namun menurut informasi Dinas Pendidikan (Disdik), setelah sekolah kembali masuk dan saat ramadan, para murid tetap mendapatkan paket MBG dengan syarat.

"Sesuai aturan pusat, program makan bergizi gratis tetap dijalankan selama Ramadan. Namun, kami masih menunggu juknis agar pelaksanaan program ini berjalan baik dan sesuai ketentuan,” kata Kadisdik Palembang Adrianus Amri.

4. Penyaluran MBG Palembang saat ramadan akan menyesuaikan waktu

Uji coba program makan bergizi gratis (MBG). (IDN Times/Larasati Rey)
Uji coba program makan bergizi gratis (MBG). (IDN Times/Larasati Rey)

Dia menyampaikan, Disdik Palembang terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan program MBG berjalan lancar, meski ada beberapa penyesuaian selama Ramadan.

Salah satu penyesuaian yang mungkin dilakukan lanjut Amri, adalah perubahan jadwal pembagian makanan. Kondisi ini dilakukan, karena banyak siswa yang berpuasa dan tidak bisa mengonsumsi makanan di jam sekolah seperti biasanya.

“Jika dibutuhkan, kita bisa menyesuaikan waktu pembagian makanan. Misalnya, makanan bergizi ini bisa dibawa pulang untuk disantap saat berbuka puasa atau sahur. Semua itu akan kita atur setelah juknis dari BGN dari pusat diterbitkan,” jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us