Comscore Tracker

Tagihan Listik Warga Palembang Membengkak, Ini Sebab dan Solusi PLN

Sebanyak 3 kali pada bulan Juni 2020

Palembang, IDN Times - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UIW S2JB) memberi skema kemudahan pembayaran. Tagihan pelanggan pascabayar yang membengkak selama pandemik COVID-19 ternyata bisa  dicicil.

Menurut  General Manajer PLN UIW S2JB, Daryono mengatakan, tagihan Mei 2020 bagi pelanggan di Palembang bisa dicicil sebanyak 3 kali dengan besaran 40 persen dari total tagihan pada bulan Juni.

"Langkah ini sebagai pertanggungjawaban terhadap pelanggan, karena sejak COVID-19 kinerja petugas belum maksimal membuat sebagian keamaan pembacaan kwh meter pelanggan," ujarnya melalui siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (16/6).

1. Penghitungan kwh meter sebelum Juni diambil rata-rata pemakaian 3 bulan

Tagihan Listik Warga Palembang Membengkak, Ini Sebab dan Solusi PLNSimulasi perhitungan tagihan listrik. Dokumentasi PLN

Daryono menerangkan, mengenai skema cicilan untuk tagihan Maret 2020, perseroan menghitung rata-rata pemakaian dari 3 bulan sebelumnya, yakni Desember 2019 sampai Februari 2020, yang tergolong masih pemakaian normal. 

"Karena selama Maret hingga Mei konsumsi pemakaian listrik rumah tangga cenderung meningkat. Ibarat makan kue, Desember sampai Januari pelanggan makan 5 potong, lalu pada Maret kami tetap hitung 5 padahal saat itu masa di rumah saja (stay home) yang sebetulnya mereka makan 7, jadi ada 2 potong yang belum dihitung," terang dia.

Baca Juga: Mengenal Fedrik Jaksa Penuntut Penyerang Novel, Awali Karier di Sumsel

2. PLN sebut unsur kenaikan listrik ada dua faktor

Tagihan Listik Warga Palembang Membengkak, Ini Sebab dan Solusi PLNDokumen/Imam Yahdi

Alasan kurang maksimalnya petugas dalam bekerja, kata Daryono, karena pada April lalu kota Palembang mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang turut membuat petugas terkendala ke lapangan dan mengukur kwh meter.

Selanjutnya pada Mei 2020, saat protokol pencegahan COVID-19 mulai jelas, perseroan melakukan mitigasi risiko dengan penggunaan APD lengkap untuk petugas. Saat itu pula baru ketahuan pemakaian rata-rata pelanggan ternyata melonjak.

"Kelebihan inilah yang ditagihkan pada Mei, dan jadinya seakan-akan melonjak 2 kali lipat, padahal unsur dari tagihan rekening listrik ada dua faktor yakni volume pemakaian dan tarif,” katanya.

Baca Juga: Pemerintah Izinkan 6 Persen Siswa di Zona Hijau Masuk Sekolah

3. Sebanyak 672 keluhan pelanggan sudah terselesaikan

Tagihan Listik Warga Palembang Membengkak, Ini Sebab dan Solusi PLNSimulasi perhitungan tagihan listrik PLN (Dok. PLN)

Daryono melanjutkan, terjait pelonjakan tagihan pembayaran pascabayar, perseroan telah menyelesaikan 672 keluhan pelanggan dengan memberikan penjelasan serta bantuan kemudahan bayar rekening dengan skema cicilan.

Sementara terkait besaran tarif, perseroan tidak menaikan sejak Januari 2017 sampai sekarang. Pihaknya kata Daryono sudah memberlakukan peraturan baru di lingkungan kerja untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Dalam situasi seperti sekarang, PLN pastikan pasokan listrik tetap terjaga dengan menyiagakan 2.939 personel teknis tersebar di 231 posko layanan PLN, dengan dilengkapi 430 unit kendaraan lapangan," tandas dia.

Baca Juga: 10 Makanan Sehat Ini Bikin Peluang Hamil Makin Besar 

Topic:

  • Feny Maulia Agustin
  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya