Warga Sumsel Diimbau Jaga Kebersihan Lingkungan untuk Cegah Hantavirus

- Pejabat Otoritas Veteriner Sumsel mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran Hantavirus yang ditularkan melalui tikus.
- Hantavirus dapat menular lewat urine, air liur, dan kotoran tikus yang mengering serta berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga kematian.
- Pendekatan One Health ditekankan karena kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terhubung, sementara wabah sering muncul akibat masalah lingkungan yang diabaikan.
Palembang, IDN Times - Pejabat Otoritas Veteriner Sumatra Selatan, Jafrizal, meminta masyarakat mewaspadai penyebaran Hantavirus yang menyebar dari tikus. Kondisi penyebaran Hantavirus tersebut dinilai berkaitan erat dengan kondisi sanitasi yang buruk di kawasan permukiman.
"Hantavirus merupakan bagian dari persoalan ekosistem yang harus ditangani bersama melalui pendekatan One Health," ungkap Jafrizal, Rabu (13/5/2026).
1. Tikus menjadi indikator lingkungan yang buruk

Jafrizal menerangkan, Hantavirus tidak hanya dipandang sebagai persoalan kesehatan manusia, tetapi juga menyangkut keseimbangan lingkungan dan pengendalian populasi hewan pembawa penyakit. Menurutnya, tikus yang berkembang di lingkungan permukiman membawa risiko penularan penyakit zoonosis kepada manusia.
"Hewan pengerat sebenarnya menjadi indikator bahwa tata kelola lingkungan belum berjalan optimal," jelasnya.
2. Kesehatan hewan dan manusia saling berkaitan

Jafrizal mengungkapkan, Hantavirus dapat menular dari paparan urine, air liur hingga kotoran tikus yang mengering dan terhirup manusia. Dalam kondisi tertentu, infeksi juga dapat menyebabkan gangguan para pernapasan yang berujung kematian.
"Pendekatan One Health menjadi penting karena kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling berkaitan," jelasnya.
3. Wabah muncul karena persoalan lingkungan

Jafrizal menambahkan, wabah penyakit umumnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipicu persoalan lingkungan yang dibiarkan dalam waktu lama.
"Wabah tidak muncul tiba-tiba. Biasanya ada persoalan lingkungan yang dibiarkan terlalu lama," jelasnya.



















