Kilang Plaju Klaim Pasokan Minyak Mentah Aman di Tengah Konflik Geopolitik

- Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan minyak mentah di Kilang Plaju tetap aman meski situasi geopolitik global menantang, berkat dukungan crude lokal dan domestik.
- Kilang Plaju memiliki peran strategis dalam mendukung program energi terbarukan seperti B50 serta menjaga aspek HSSE di tengah potensi cuaca ekstrem akibat El Nino.
- Sebagai salah satu kilang tertua di Indonesia, Kilang Plaju terus beroperasi andal dengan dukungan manajemen pusat untuk memenuhi kebutuhan energi wilayah Sumatra Bagian Selatan.
Palembang, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga mengklaim pasokan minyak mentah dalam kondisi aman di tengah konflik geopolitik global. Selain itu, Refinery Unit III Plaju juga akan berupaya memperkuat kontribusi profit bagi perusahaan termasuk menjaga lini bisnis.
"Sebagai upaya menjamin kegiatan bisnis berjalan lancar dan profitable dalam kondisi geopolitik, kita di Plaju terbantu dengan crude (minyak mentah) lokal dan domestik. Sehingga tak terdampak langsung secara pasokan. Namun, bukan berarti kita bebas dari risiko," ujar VP Operation Risk Management II, Hermawan Budiantoro, Rabu (13/5/2026).
1. Kilang Plaju kejar target kesuksesan program B50

Lebih lanjut ia menyampaikan, Pertamina di tengah tantangan geopolitik dunia yang makin berat, Kilang Plaju memiliki posisi strategis. Yakni, perusahaan berperan mendukung program pengembangan energi terbarukan.
"Tantangan ke depan, menyukseskan program B50. Saya berharap pekerja menjaga aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), terutama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem di musim El Nino," jelasnya.
2. Sebut Kilang Plaju jadi tulang punggung suplai energi nasional

Sementara kata VP Feedstock Management, Tri Basoeki, Kilang Plaju memiliki nilai historis dan kompleksitas. Menurutnya, kilang ini telah menjadi tulang punggung suplai energi nasional bahkan sejak masa sebelum kemerdekaan.
"Kilang ini termasuk kilang yang menantang dan dinamis, sehingga memerlukan perhatian ekstra (taking care). Di sini, rasa memiliki atau ownership menjadi penting. Kita harus menyadari, ada kepentingan lebih besar bagi negara dari kepentingan pribadi," kata dia.
3. Kilang Plaju telah operasional sejak tahun 1904

General Manager RU III, Khabibullah Khanafie menambahkan, operasional Kilang Plaju saat ini dalam kondisi andal. Ia berharap, koordinasi yang baik dan dukungan dari manajemen pusat dapat menjadi semangat untuk pekerja Kilang Plaju untuk operasional kilang.
"Sehingga, kilang bisa terus mengolah kebutuhan energi di wilayah Sumatra Bagian Selatan," jelasnya.
Diketahui, Kilang Plaju merupakan salah satu unit kilang dari enam kilang yang dioperasikan PT Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari Subholding Downstream Pertamina. Kilang yang beroperasi di Palembang ini merupakan salah satu unit kilang tertua di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1904.


















