Sumsel Ditarget Produksi Padi 4 Juta Ton di Tengah Ancaman El Nino

- Presiden Prabowo menargetkan Sumsel mampu memproduksi 4 juta ton gabah kering giling pada 2026 setelah mencatat lonjakan produksi hingga 3,6 juta ton di tahun 2025.
- Pemerintah Sumsel bersama Kementerian Pertanian akan menggelar gerakan tanam di OKI untuk menghadapi kemarau panjang akibat El Nino dengan memanfaatkan lahan rawa yang mengering.
- Dalam gerakan tanam tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan pupuk dan benih kepada petani guna memperkuat peningkatan produksi pangan dan mendukung swasembada nasional.
Palembang, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menargetkan Pemerintah Sumatra Selatan (Sumsel) mampu memproduksi 4 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2026. Target tersebut diberikan setelah produksi padi Sumsel tembus 3,6 juta ton pada tahun 2025 dan menjadi salah satu daerah dengan lonjakan produksi tertinggi di Indonesia.
"Tahun lalu Sumsel menjadi daerah tertinggi memproduksi pada se-Indonesia. Pertama Jawa Timur, Kedua Jawa Barat dan Sumsel berada di peringkat ketiga," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumsel, R Bambang Pramono, Rabu (13/5/2026).
1. Lima tahun terakhir produksi padi Sumsel alami peningkatan

Bambang menjelaskan, produksi padi Sumsel terus mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021 produksi tercatat 2,6 juta ton GKG, kemudian naik menjadi 2,7 juta ton pada 2022, dan 2,8 juta ton pada 2023. Selanjutnya pada 2024 mencapai 2,89 juta ton dan melonjak menjadi 3,6 juta ton pada 2025.
"Pada tahun 2025 Sumsel mampu meningkatkan produksi pada mencapai 700 ribu ton," jelasnya.
2. Manfaatkan lahan rawa untuk penanaman di masa kemarau

Dia menjelaskan, Presiden RI juga telah memberikan target khusus kepada Gubernur Sumsel Herman Deru agar produksi padi terus meningkat pada tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Sumsel bersama Kementerian Pertanian akan menggelar kick off gerakan tanam pada 19 Mei 2026 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Gerakan tanam tersebut disiapkan untuk menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dalam empat hingga lima bulan ke depan.
"Dengan kondisi 73 persen lahan rawa di Sumsel, saat kemarau lahan yang biasanya tergenang justru bisa ditanami. Ini menjadi peluang untuk meningkatkan luas tanam," jelasnya.
3. Beri bantuan pupuk dan benih untuk petani

Dalam gerakan tanam itu juga, pemerintah akan menyalurkan bantuan pupuk dan bibit kepada petani guna mendukung peningkatan produksi pangan di Sumsel.
"Ini berkat sinergi semua pihak dalam mewujudkan swasembada pangan," jelasnya.



















