Tim DVI Segera Umumkan Hasil Pemeriksaan DNA Korban Kecelakaan Bus ALS

- Tim DVI segera umumkan hasil pemeriksaan DNA 17 jenazah korban kecelakaan bus ALS setelah proses laboratorium Pusdokkes Mabes Polri selesai.
- Pihak keluarga telah menyerahkan berbagai sampel pembanding seperti pakaian, sepatu, sikat gigi, hingga DNA langsung untuk mempercepat identifikasi korban.
- Call Centre DVI Polda Sumsel menerima banyak laporan dari keluarga penumpang Bus ALS dan mengumpulkan data serta properti korban sebagai bahan uji DNA.
Palembang, IDN Times - Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto memastikan hasil pemeriksaan DNA 17 jenazah korban kecelakaan bus Antar Lintas Sumatra (ALS) segera diumumkan kepada pihak keluarga. Langkah ini sejalan dengan hasil pemeriksaan laboratorium yang saat ini masih dalam pemeriksaan laboratorium Pusdokkes Mabes Polri.
"Sambil menunggu hasil identifikasi dan DNA nya keluar, pihak keluarga diminta bersabar, diperkirakan hasilnya keluar besok," ungkap Budi, Selasa (12/5/2026).
1. Hasil identifikasi belum dapat ditampilkan saat ini

Budi menyebut, pihaknya telah mengambil sampel DNA dari keluarga korban untuk dicocokkan dengan 17 jenazah yang ditemukan. Sampel tersebut akan digunakan dalam proses identifikasi korban.
"Untuk hasilnya belum bisa kita tayangkan kantong nomor satu dan seterusnya atas nama siapa," ujarnya.
2. Sampel yang diberikan keluarga beragam

Budi menjelaskan, sampel pembanding yang diberikan keluarga korban cukup beragam, mulai dari pakaian, sepatu, sikat gigi hingga sampel DNA langsung.
Seluruh barang tersebut dibutuhkan untuk mempercepat proses identifikasi korban.
"Nantinya akan dicocokkan, sampel mana yang lebih mendekati dengan jenazah para korban," bebernya.
3. Keluarga turut melapor lewat call center

Sejak peristiwa kecelakaan terjadi, Call Centre DVI Polda Sumsel disebut menerima banyak laporan dan informasi dari keluarga yang menduga anggota keluarganya menjadi penumpang Bus ALS tersebut.
Karena itu, tim antemortem meminta seluruh data dan properti milik korban yang dapat dijadikan pembanding dalam proses tes DNA.
"Data yang kami dapatkan dari posko antemortem, beberapa keluarga menghubungi call centre yang dibuat dan mengirimkan data yang diduga penumpang Bus ALS. Mereka juga cukup kooperatif untuk dimintai properti yang akan diambil sebagai contoh pembanding tes DNA," jelasnya..



















