Jari Tangan Pasien Bus ALS Terancam Diamputasi Pasca Operasi

- Jumiatun, korban kecelakaan bus ALS, menjalani operasi kedua di RS Bhayangkara Palembang akibat luka bakar 90 persen di tubuhnya.
- Tangan kanan Jumiatun mengalami kerusakan parah hingga pembuluh darah tidak berfungsi normal dan terancam diamputasi demi keselamatannya.
- Korban selamat lainnya, Ngadiono, dilaporkan dalam kondisi lebih stabil meski masih dirawat intensif pasca operasi.
Palembang, IDN Times - Korban kecelakaan bus Antar Lintas Sumatra (ALS) bernama Jumiatun (36) menjalani operasi kedua pengangkatan jaringan mati pada kulitnya pasca perawatan di ICU RS Bhayangkara Palembang, Moh Hasan. Jumiatun adalah salah satu korban selamat yang mendapat perawatan akibat luka bakar serius di sekujur tubuhnya sebanyak 90 persen.
"Dari kedua korban, kondisi yang paling parah dialami Ibu Jumiatun. Hari ini kami sudah melakukan operasi terhadap dua korban selamat, yakni Bapak Ngadiono dan Ibu Jumiatun," ungkap Karumkit RS Bhayangka Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, Selasa (12/5/2026).
1. Jaringan tangan sebelah kanan alami kerusakan

Budi menjelaskan, bagian tubuh Jumiatun terancam diamputasi akibat luka bakar serius yang dialaminya. Kerusakan itu terjadi pada tangan kanan .
"Setelah dilakukan tindakan operasi, terlihat tangan kanannya mengalami kerusakan cukup berat sehingga jaringan dan fungsi pembuluh darahnya tidak berjalan normal," jelasnya.
2. Amputasi jadi jalan keluar untuk korban

Budi mengungkapkan saat operasi kedua, tim dokter berupaya mempertahankan fungsi tangan. Namun, kondisi Jumiatun terus memburuk dan jaringan tidak bisa diselamatkan, sehingga amputasi menjadi jalan keluar untuk mempertahankan kondisi pasien.
"Kami masih melihat perkembangan kondisinya. Jika memang sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan, maka ada kemungkinan tindakan amputasi pada bagian jari tangan kanan akan dilakukan demi keselamatan pasien," ungkapnya.
3. Korban Ngadiono dalam kondisi stabil

Sementara itu, kondisi korban selamat lainnya, Ngadiono, disebut lebih stabil meski masih menjalani perawatan intensif pasca operasi akibat luka yang dialaminya dalam kecelakaan tersebut.
"Kondisi Bapak Ngadiono untuk sekarang sudah relatif stabil," ujarnya.



















