Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cuaca Panas Ekstrem di Sumsel, Ini Cara Menjaga Tubuh Aman Dehidrasi

Cuaca Panas Ekstrem di Sumsel, Ini Cara Menjaga Tubuh Aman Dehidrasi
Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Intinya Sih
  • Cuaca panas ekstrem membuat tubuh cepat kehilangan cairan, sehingga masyarakat diimbau rutin minum air tanpa menunggu haus dan membawa botol minum saat beraktivitas.
  • Masyarakat disarankan membatasi aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00–15.00 WIB, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta beristirahat di tempat teduh untuk mencegah kelelahan.
  • Kelompok rentan seperti lansia dan penderita hipertensi perlu lebih waspada, menjaga konsumsi obat sesuai anjuran dokter, serta memperhatikan warna urine sebagai tanda kecukupan cairan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, khususnya di Sumatra Selatan, membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap dampaknya bagi kesehatan. Suhu udara yang tinggi dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat, memicu kelelahan hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Berikut IDN Times merangkum cara agar terhindar dari dehidrasi dan penyakit yang berpotensi terjadi akibat cuaca panas di musim kemarau:

1. Jangan menunggu rasa haus

ilustrasi musim kemarau (freepik.com/sergeycauselove)
ilustrasi musim kemarau (freepik.com/sergeycauselove)

Dikutip dari akun Instagram resmi Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, masyarakat diimbau untuk tidak menunggu rasa haus sebelum minum air. Pasalnya, rasa haus merupakan sinyal bahwa tubuh mulai mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi.

Untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh, masyarakat dianjurkan mengonsumsi air putih minimal delapan hingga 10 gelas per hari. Selain itu, membawa botol minum saat beraktivitas di luar rumah juga menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

2. Paparan panas berlebih dapat menyebabkan pusing

ilustrasi wanita mengalami dehidrasi dan kelelahan
ilustrasi wanita mengalami dehidrasi dan kelelahan (pexels.com/Anna Shvets)

Selain memperhatikan asupan cairan, masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik. Paparan panas berlebih dapat menyebabkan pusing, lemas, hingga kram otot.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak cuaca panas di antaranya menggunakan topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan, beristirahat di tempat yang teduh, serta menghindari aktivitas berat pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB ketika suhu udara cenderung berada di titik tertinggi.

3. Penderita Hipertensi harus waspada

Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Cuaca panas juga perlu diwaspadai oleh kelompok rentan, seperti lanjut usia, pasien dengan penyakit jantung, dan penderita hipertensi. Kondisi suhu yang tinggi dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.

Bagi penderita hipertensi dan penyakit jantung, penting untuk tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan tidak memaksakan diri beraktivitas saat tubuh mulai terasa lelah atau tidak nyaman.

Masyarakat juga dianjurkan memperhatikan warna urine sebagai salah satu indikator kecukupan cairan tubuh. Urine yang berwarna terlalu pekat dapat menjadi tanda bahwa tubuh mulai kekurangan cairan dan membutuhkan asupan air tambahan.

Dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, mengurangi aktivitas di bawah terik matahari, dan mengenali tanda-tanda awal dehidrasi, masyarakat dapat tetap sehat dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

4. Jaga kualitas tidur penting untuk kesehatan

ilustrasi minum agak tidak dehidrasi
ilustrasi minum agak tidak dehidrasi, (Photo by MART PRODUCTION: https://www.pexels.com/photo/a-man-drinking-a-water-8869252/)

RSMH juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kualitas tidur selama cuaca panas. Kondisi udara yang gerah dapat membuat tidur menjadi kurang nyenyak sehingga berdampak pada kebugaran tubuh.

Untuk mengatasinya, masyarakat dianjurkan mengurangi konsumsi kopi pada malam hari, memastikan sirkulasi udara atau ventilasi di kamar berjalan dengan baik, serta menghindari penggunaan gawai sebelum tidur.

Tidur yang cukup dinilai penting untuk membantu tubuh pulih dan menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More