Sehari 3 Kecelakaan, Jalintim Betung-Palembang Macet Parah

- Tiga kecelakaan beruntun di Jalintim Betung-Palembang pada Minggu (28/6/2026) menyebabkan kemacetan parah, dimulai dari truk mogok di KM 67 hingga tabrakan truk dan motor di KM 64.
- Sat Lantas Polres Banyuasin menerapkan sistem buka tutup arus dan menurunkan personel untuk mengurai kepadatan serta mengevakuasi kendaraan mogok dan korban kecelakaan.
- Pengendara mengeluhkan waktu tempuh Sekayu-Palembang mencapai tujuh jam akibat macet panjang, serta menyoroti banyaknya truk overkapasitas yang diduga jadi penyebab utama insiden.
Banyuasin, IDN Times - Jalan Lintas Timur (Jalintim) tepatnya Palembang-Betung mengalami kemacetan parah sejak Minggu (28/6/2026). Beberapa insiden kecelakaan lalu lintas disinyalir menjadi pemicu lumpuhnya akses Jalintim Betung dan membuat para pengendara harus bersabar karena perlambatan lalu lintas.
Kemacetan tersebut bermula saat satu unit truk mogok akibat patah dingdong di KM 67 tepatnya di seputaran Tebing Meranjat pada Minggu dini hari. Proses evakuasi terkendala dikarenakan muatan yang berlebih dan kendaraan yang miring di lubang.
Personel Sat Lantas Polres Banyuasin langsung melakukan rekayasa buka tutup arus dengan mengarahkan kendaraan berjalan bergantian arah sembari menunggu mekanik melakukan perbaikan kendaraan. Petugas juga melakukan koordinasi dengan kendaraan sejenisnya untuk bantuan alat berat dalam proses evakuasi.
1. Ambulans susah lewat, korban kecelakaan dievakuasi menggunakan pikap

Kemacetan bertambah kusut saat insiden kecelakaan antara truk dan motor terjadi di KM 64, tepatnya di seputaran Desa Lubuk Karet. Atas peristiwa ini, pengendara motor tewas dan langsung dievakuasi ke RSUD Banyumas. Karena ambulans belum datang karena situasi macet yang belum terurai, petugas terpaksa membawa korban menggunakan pikap.
Masih di hari yang sama, kecelakaan truk vs truk terjadi di KM 24 seputaran Simpang Ponpes Sabillul Hasanah, Kecamatan Sembawa. Sopir dan penumpang langsung dievakuasi ke klinik terdekat. Sementara kedua truk tampak ringsek berat di bagian depan dan sebagian menutupi bahu jalan.
2. Personal Sat Lantas Polres Banyuasin disebar untuk urai kemacetan

Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Banyuasin, Ipda Taswin Noviar, mengatakan bahwa hingga Minggu (28/6/2026) pukul 21.00, truk yang mengalami patah dingdong masih dalam perbaikan. Pihaknya mengimbau agar pengendara bersabar dan antre di jalur masing-masing.
"Personel sudah disebar melaksanakan patroli antisipasi kendaraan yang mengambil jalur berlawanan arah. Petugas juga siaga percepatan evakuasi terhadap korban kecelakaan maupun truk yang mengalami mogok," ujarnya.
Taswin menambahkan, bahwa kendaraan yang mogok dan sempat mengganggu arus lalu lintas telah berhasil dievakuasi dengan ditarik paksa oleh kendaraan sejenisnya.
"Arus Jalintim di KM 66 seputaran Betung sempat diblokade saat pelaksanaan evakuasi. Kini kembali dibuka dan berjalan pada kedua lajurnya. Sementara personel masih melaksanakan pengaturan dan penguraian kepadatan arus lalu lintas," jelasnya.
3. Pengendara keluhkan waktu tempuh Sekayu-Palembang 7 Jam

Sementara itu, Fajeri, salah satu pengendara dari Sekayu, Musi Banyuasin, yang hendak ke Palembang, mengaku kemacetan sudah mulai padat sejak Simpang Betung (Tugu Polwan) hingga perkantoran Pemkab Banyuasin di Pangkalan Balai.
"Tadi beberapa kali sempat lihat ada truk yang kecelakaan. Mungkin itu penyebabnya. Tapi kesal juga, karena waktu tempuh Sekayu-Palembang tembus 7 jam," ujarnya.
Dirinya menyayangkan masih banyak truk ODOL atau overkapasitas melintas di Jalinsum. Apalagi, penyebab kecelakaan ini sebagian besar diakibatkan oleh truk.
"Stres kalau sudah terjebak macet di Jalintim. Mau ke jalan tikus (alternatif) juga mobil tak bergerak. BBM boros dan waktu habis di jalan," keluhnya.

















