Viral DJ Musik di Depan Masjid Agung, Sultan Palembang Angkat Bicara

- Kegiatan CFD di Jalan Sudirman Palembang menuai polemik setelah penampilan DJ digelar tepat di depan Masjid Agung Palembang dan dianggap tidak pantas oleh masyarakat.
- Sultan Mahmud Badaruddin IV menilai aksi tersebut menodai nilai religius serta warisan budaya Palembang, dan meminta permohonan maaf kepada warga kota.
- Video aksi DJ yang viral di media sosial memicu kritik luas dari warganet karena dianggap mengganggu ketertiban dan kesakralan kawasan Masjid Agung Palembang.
Palembang, IDN Times - Kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman Palembang menuai polemik setelah ada Disc Jockey (DJ) digelar tepat di depan Masjid Agung Palembang. Aktivitas tersebut dinilai berlebihan dan memicu kritik dari Sultan Mahmud Badaruddin IV Raden Muhammad Fauwaz Diradja.
"Kami sangat menyayangkan perbuatan yang tidak bertanggung jawab dengan menyetel musik DJ di depan Masjid Agung Palembang," ungkap Raden Muhammad Fauwaz Diradja, Selasa (5/5/2026).
1. Musik DJ itu dianggap menodai warisan budaya Palembang

Sultan Fauwaz menyebut, area yang menjadi lokasi DJ merupakan titik yang memiliki nilai religius dan historis bagi masyarakat Palembang. Lokasi pun persis di depan Masjid Agung Palembang dan di lokasi menuju Jembatan Ampera Palembang.
"Ini jelas tidak tepat dan telah menodai simbol agama serta warisan budaya Palembang Darussalam," ungkapnya.
2. Sultan Palembang: harus ada permintaan maaf kepada warga Palembang

Fauwaz menjelaskan, area sekitar masjid menjadi sakrat karena menjadi tempat ibadah dan simbol identitas budaya dan nilai-nilai Islam di Kota Palembang. Sedangkan aktivitas hiburan DJ dinilai seharusnya diputar di tempat lain yang lebih representatif.
"Harus ada permohonan maaf kepada warga Palembang, sehingga ke depan semua pihak harus saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai moral serta etika dalam setiap kegiatan," ungkap dia.
3. Viral aksi DJ di depan kawasan Masjid Agung Palembang

Aksi viral di depan Masjid Agung Palembang terjadi saat uji coba CFD pada Minggu, 3 Mei lalu. Kegiatan CFD sontak menuai kritik masyarakat Palembang lantaran menyebabkan kemacetan akibat penutupan jalan di tengah kota Palembang serta aksi main musik di kawasan Masjid Agung Palembang.
Video musik tersebut langsung cepat beredar terutama video yang diunggah oleh sang DJ di laman Instagram pribadinya @Marfaks. Sejumlah orang tampak berjoget mengikuti irama musik.
Tak sedikit warganet mengkritisi kejadian tersebut. Akun @m.wendiriansyah, misalnya, menulis: ditutup buat remixan, masyarakat dibuat pening nyari jalan. Sementara akun Instagram @Ita_alamsyah menulis: Dak suai pulo dj dekat masjid, dem tu bundaran dak bakal lamo dan akun @Dalittr juga mengatakan: cfd untuk olahraga bukan dj woy. Dak sekalian undang orgen remix nian. Dak rela rasonyo kamo muter lewat jembatan Muso VI, tapi CFD dipakai untuk nonton DJ.

















