Inflasi Sumbar April 2026 Naik Tipis 0,39 Persen

- BPS Sumbar mencatat inflasi April 2026 sebesar 0,39 persen month to month, naik dibanding Maret yang hanya 0,04 persen.
- Kenaikan harga terutama disumbang kelompok transportasi serta penyedia makanan dan minuman atau restoran, bersama beberapa kelompok pengeluaran lain.
- Meski inflasi terjadi secara bulanan dan tahunan, secara year to date Sumbar masih alami deflasi sebesar 0,43 persen.
Padang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Sumatra Barat kembali mengalami inflasi yang tipis sepanjang April 2026 dan meningkat dibandingkan dengan Maret 2026 lalu.
"Secara month to month tingkat inflasi Sumbar berada pada angka 0,39 persen, meningkat dibanding bulan lalu yang tercatat sebesar 0,04 persen," kata Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, peningkatan inflasi tersebut terjadi karena adanya peningkatan beberapa kelompok pengeluaran masyarakat di daerah tersebut selama April 2026.
1. Penyebab inflasi Sumbar month to month

Nurul mengatakan bahwa beberapa kelompok pengeluaran masyarakat tersebut mencakup transportasi serta penyedia makanan dan minuman atau restoran.
"Untuk kelompok transportasi memberikan andil sebesar 0,10 persen dan kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran memberikan andil sebesar 0,12 persen," katanya.
Sementara, untuk sembilan kelompok lainnya, menurut Nurul, tercatat memberikan andil terhadap inflasi mulai dari 0,01 persen hingga 0,9 persen.
2. Inflasi Sumbar year on year

Tidak hanya secara month-to-month, BPS Sumbar mencatat inflasi juga terjadi secara year-on-year sebesar 1,97 persen pada April 2026. Beberapa kelompok pengeluaran juga memberikan andil terhadap inflasi tersebut.
"Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 11 kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,41 persen," katanya.
Selain itu, menurut Nurul kelompok pakaian dan alas kaki sebesar memberikan andil sebesar 0,66 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,90 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,06 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,69 persen, kelompok transportasi sebesar 1,79 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,94 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,58 persen.
"Ada juga kelompok pendidikan yang memberikan andil sebesar 2,18 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,36 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,85 persen," katanya.
3. Deflasi secara year to date

Meski secara month-to-month dan year-on-year tercatat mengalami inflasi, Nurul mengatakan bahwa secara year-to-date Sumbar masih menunjukkan deflasi.
"Secara year to date, tercatat mengalami deflasi sebesar 0,43 persen, dan angka ini, jika dibandingkan dengan bulan lalu, menurun. Bulan lalu tercatat angka sebesar 0,82 persen," katanya.

















