Gubernur Sumsel: Ubah Sistem Pompa Banjir, Pasang CCTV di Titik Rawan

- Gubernur Sumsel Herman Deru menilai sistem pompa banjir Palembang belum akurat karena hanya mengandalkan level air di satu titik tanpa memantau kondisi wilayah lain.
- Ia memerintahkan pemasangan CCTV di area rawan banjir agar pengoperasian pompa bisa berdasarkan kondisi nyata dan mempercepat penyedotan air ke saluran pembuangan.
- Deru juga menyoroti masalah sampah dan sedimentasi yang menyumbat drainase serta memerintahkan penanganan cepat dengan pembersihan dan pembongkaran sumbatan di beberapa titik kota.
Palembang, IDN Times - Gubernur Sumsel Herman Deru menilai sistem pompanisasi banjir di Palembang selama ini tidak akurat. Ia menyebut pengoperasian pompa hanya berpatokan pada level air di sekitar mesin, padahal banjir terjadi di banyak titik lain.
"Padahal banjirnya di sana dan di sini kan. Saya suruh pasang CCTV di wilayah langganan banjir supaya mesin bisa diaktifkan," ungkap Herman Deru, Senin (4/5/2026).
1. Air yang tergenang dapat langsung disedot jika terpantau CCTV

Untuk mengatasi hal tersebut, Deru memerintahkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di wilayah-wilayah langganan banjir. Dengan sistem ini, pengoperasian pompa diharapkan bisa dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan hanya berdasarkan indikator di satu titik.
Menurutnya, pompa di Sungai Bendung memiliki peran penting karena mengalirkan air dari 16 anak sungai menuju Sungai Musi. Namun, jika pengoperasiannya hanya mengacu pada satu lokasi, maka banyak genangan di titik lain tidak tertangani secara optimal.
"Jangan lagi berpatokan di Sungai Bendung saja. Dengan CCTV, kita bisa lihat kondisi di banyak tempat, jadi air bisa langsung disedot ke pembuangan," jelasnya.
2. Sampah juga jadi penyebab banjir

Deru mengungkapkan bahwa penyebab banjir di Palembang tidak semata-mata karena faktor kontur dan topografi, tetapi juga dipicu oleh persoalan klasik seperti sampah dan sedimentasi yang menyumbat drainase.
Bahkan, dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan gorong-gorong yang tersumbat oleh berbagai material, mulai dari sedimen hingga kabel utilitas.
"Ini yang bikin air tidak mengalir. Ada gorong-gorong yang isinya penuh, bahkan ada kabel di dalamnya," jelasnya.
3. Perintahkan penanganan banjir dilakukan mulai hari ini

Selain perubahan sistem, Deru juga menegaskan penanganan banjir dilakukan secara cepat di lapangan. Sejumlah titik seperti Simpang Kades dan Alang Alang Lebar langsung dieksekusi dengan pembersihan saluran air dan pembongkaran sumbatan.
"Kalau ada sumbatan, langsung dijebol. Tidak perlu menunggu," jelasnya.


















