Usai Penusukan di SPBU, Herman Deru Soroti Terbatasnya Solar Subsidi

- Gubernur Sumsel Herman Deru menyoroti kasus penusukan di SPBU yang dipicu antrean Bio Solar, menegaskan perlunya penanganan agar insiden serupa tidak terulang.
- Herman Deru menjelaskan solar subsidi memiliki kuota terbatas dan sering disalahgunakan, sehingga perlu pengaturan ketat agar distribusi lebih tertib dan tepat sasaran.
- Pemprov Sumsel menerbitkan aturan pembatasan waktu dan lokasi pengisian solar subsidi, sementara Pertamina memastikan operasional SPBU tetap aman dengan evaluasi dan penempatan petugas marshal.
Palembang, IDN Times - Kasus penusukan di SPBU yang diduga dipicu antrean Bio Solar menjadi perhatian Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru. Menurutnya, antrean BBM yang terus terjadi dan memicu keresahan masyarakat perlu segera ditangani agar insiden serupa tidak terulang.
"Masalah adanya insiden, itu di luar kendali kita. Artinya penyebabnya apa kita enggak tahu, mungkin ada (permasalahan) pribadi," ungkap Herman Deru, Jumat (5/6/2026).
1. Sudah diatur namun persoalan penggunaan BBM subsidi banyak dilanggar

Herman Deru menegaskan bahwa kebijakan pengaturan pengisian biosolar bukan semata-mata untuk membatasi pembelian agar lebih tertib dan tepat sasaran. Menurutnya, solar subsidi merupakan komoditas yang kuotanya terbatas sehingga perlu dilakukan pengaturan.
"Solar ini kan terbatas subsidi. Terbatas, satu masalah kuantitasnya yang dibatasi. Kalau yang bersubsidi ini, kita tidak bisa tutup mata juga. Banyak yang menggunakan padahal bukan haknya. Jadi ya diaturlah," jelasnya.
2. Tunggu pasokan subsidi kembali seimbang

Untuk memastikan pengisian BBM tepat sasaran dan mencegah kemacetan di jalan, Pemprov Sumsel menerbitkan SE untuk mengatur agar kendaraan yang dapat mengisi solar subsidi hanya terbatas di SPBU yang berada di pinggir kota. Adapun jam pengisian dilakukan mulai pukul 22.00-05.00 WIB untuk mengurai kemacetan akibat antrean BBM.
Kebijakan ini masih dinilai perlu hingga nantinya pasokan dan kebutuhan solar subsidi kembali seimbang.
"Sampai normal suplai lah ya, artinya normal antara supply dan demand. Yang kedua, jangan sampai membuat macet," jelasnya.
3. Pertamina lakukan evaluasi pengelolaan SPBU

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan rasa prihatin akibat pertikaian yang terjadi. Pihaknya mendorong aparat untuk segera menangani kasus yang ada agar tak berlarut.
"Pertamina turut berduka cita atas korban. Kami menghormati proses penanganan yang dilakukan aparat dan siap mendukung kebutuhan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Rusminto mengatakan, sebagai bentuk sikap tanggung jawab, Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan operasional tetap berjalan sesuai ketentuan. Serta melakukan evaluasi terhadap aspek pengaturan antrean, pengawasan, pelayanan dan keamanan di area SPBU.
"Untuk mendukung kelancaran pelayanan dan pengaturan kendaraan di lokasi, kami memastikan petugas marshal siaga di SPBU, untuk membantu pengaturan antrean dan menjaga ketertiban di area SPBU," jelas dia.













![[BREAKING] Wakil Bupati PALI Ditangkap Penyidik Pidsus Kejati Sumsel](https://image.idntimes.com/post/20250210/1000127120-679b8fb0461ad11c7448d145cee7fdab-3f980f0298d4b94e7066ad042c72dc7c.jpg)