Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Awan Hasil Penyemaian di OKI Bergerak ke Palembang, Ini Penjelasan BMKG

Awan Hasil Penyemaian di OKI Bergerak ke Palembang, Ini Penjelasan BMKG
ilustrasi hujan ekstrem (unsplash.com/Saad Ahmad)
Intinya Sih
  • Hujan deras di Palembang dipengaruhi pergerakan awan hasil penyemaian dari OKI dan Ogan Ilir yang mengikuti arah angin serta kondisi atmosfer mendukung.
  • Fenomena MJO aktif di Sumsel meningkatkan pembentukan awan hujan, diperkuat suhu laut hangat, kelembapan tinggi, dan atmosfer labil yang memperbesar peluang hujan.
  • Tim OMC melakukan tiga sorti penyemaian awan di Banyuasin, Musi Banyuasin, OKI, dan Ogan Ilir untuk mengoptimalkan proses presipitasi pada awan potensial hujan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang pada Rabu siang-sore hari dipengaruhi oleh pergerakan awan dari wilayah sasaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). BMKG menyebut awan yang disemai di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir bergerak menuju Palembang mengikuti arah angin.

"Dengan kondisi atmosfer yang memang sangat mendukung, ditambah adanya penyemaian pada awan potensial, hujan yang terjadi di Palembang merupakan hasil interaksi antara proses atmosfer alami dan perkembangan awan yang berada pada jalur pergerakan dari wilayah sasaran OMC," ungkap Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto, Rabu (22/7/2026).

1. Awan bergerak ke arah Palembang

ilustrasi hujan dan payung hitam
ilustrasi hujan dan payung hitam (magnific.com/creativeart)

Dalam perjalanannya, awan tersebut tetap mengalami proses pertumbuhan secara alami mengikuti kondisi atmosfer yang dilaluinya hingga akhirnya memicu hujan di sejumlah wilayah.

"Jadi OMC berpotensi memberikan kontribusi dalam mengoptimalkan proses presipitasi pada awan yang sudah tersedia, bukan menjadi satu-satunya penyebab hujan," jelasnya.

2. MJO aktif tingkatkan awan hujan

Tetesan air hujan jatuh dari atap rumah dengan latar belakang genteng berwarna cokelat yang tampak basah oleh hujan.
ilustrasi hujan (pexels.com/Yan Krukau)

Siswanto menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan dinamika atmosfer, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini terpantau aktif di Sumsel. Kondisi tersebut meningkatkan aktivitas konvektif yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan.

"Selain MJO yang aktif, suhu muka laut di perairan sekitar Sumsel juga relatif hangat sehingga meningkatkan penguapan dan suplai uap air ke atmosfer. Kondisi ini diperkuat oleh kelembapan udara yang tinggi dan atmosfer yang cukup labil, sehingga peluang terbentuknya awan hujan semakin besar," jelasnya.

3. OMC lakukan tiga sorti penyemaian

Orang berjalan menggunakan payung saat hujan deras di jalan.
ilustrasi hujan deras sebagai bagian dari kondisi cuaca harian (pexels.com/Md Nadim Mahmud)

Di saat kondisi atmosfer mendukung, Tim OMC juga melaksanakan tiga sorti penerbangan penyemaian awan pada Rabu (22/7/2026). Penyemaian dilakukan di wilayah Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Ilir.

Berdasarkan hasil pemantauan selama operasi, BMKG mencatat pertumbuhan awan potensial hujan cukup baik di wilayah OKI dan Ogan Ilir. Awan tersebut kemudian menjadi salah satu target penyemaian karena memenuhi kriteria operasional.

"OMC diarahkan untuk mengoptimalkan awan potensial hujan yang memang sudah terbentuk secara alami. Penyemaian dilakukan agar proses pembentukan butir air dan presipitasi di dalam awan berlangsung lebih optimal," ungkapnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sumatera Selatan

See More