Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Transfer Daerah Dipangkas Rp485 M, Ruang Fiskal Palembang Terbatas
ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebut pemangkasan dana transfer ke daerah sebesar Rp485 miliar membatasi ruang fiskal dan menyulitkan pembangunan serta kegiatan pemerintah.
  • Dewa berharap pergantian kepemimpinan Kementerian Keuangan menjadi momentum evaluasi kebijakan TKD, agar pengurangan untuk Palembang tidak lagi bernilai besar.
  • Menurut Dewa, dukungan fiskal pemerintah pusat penting untuk menjaga pelaksanaan pembangunan, pelayanan masyarakat, dan program daerah sesuai kebutuhan serta kemampuan anggaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dana transfer ke daerah untuk Palembang dipangkas hingga Rp485 miliar, sehingga ruang fiskal pemerintah kota menjadi terbatas untuk pembangunan, pelayanan masyarakat, dan program pemerintah lainnya.
  • Who?
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan dampak pemangkasan tersebut. Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara.
  • Where?
    Kondisi pemangkasan dana transfer dan dampaknya dirasakan oleh Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan.
  • When?
    Ratu Dewa menyampaikan keterangan pada Kamis, 17 September 2026. Pergantian Menteri Keuangan disebut telah diputuskan pemerintah pusat.
  • Why?
    Keterbatasan fiskal terjadi akibat kebijakan Kementerian Keuangan yang mengurangi dana transfer ke daerah Palembang sebesar Rp485 miliar.
  • How?
    Pemangkasan mengurangi kemampuan anggaran Palembang menyesuaikan kebutuhan pembangunan dan kegiatan pemerintah. Ratu Dewa berharap kebijakan transfer dievaluasi agar pengurangan tidak sebesar itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Uang dari pemerintah pusat untuk Palembang dipotong Rp485 miliar. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bilang ini membuat pembangunan dan kegiatan kota jadi susah. Presiden Prabowo mengganti Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara. Ratu Dewa berharap potongan uang untuk Palembang nanti tidak terlalu besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah keterbatasan fiskal, sikap Palembang menunjukkan ruang dialog yang tetap terbuka. Ratu Dewa menyatakan dukungan terhadap pilihan Presiden dalam pergantian kepemimpinan Kementerian Keuangan, sembari memandangnya sebagai momentum untuk meninjau kebijakan transfer daerah. Harapan agar kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat diperhatikan mencerminkan fokus pemerintah kota pada keberlanjutan program publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengaku, kondisi ekonomi fiskal mengalami keterbatasan akibat kebijakan Kementerian Keuangan yang memangkas dana transfer ke daerah (TKD) hingga Rp485 miliar.

"Transfer keuangan daerah kita cukup tinggi pengurangannya. Kalau potongannya sampai Rp485 miliar, ini membuat kita cukup sulit untuk melakukan pembangunan dan kegiatan lainnya," ujar Dewa, dikutip Kamis (17/9/2026).

1. Harap kebijakan pemangkasan TKD ada perubahan dari rotasi kepempinan

Ilustrasi anggaran (IDN Times/Mela Hapsari)

Dirinya berharap bahwa dari pemangkasan TKD yang diberikan oleh pejabat Kementerian Keuangan sebelumnya, akan ada perubahan yang lebih baik lewat pergantian serta rotasi yang saat ini dilakukan pemerintah pusat.

Harapan tersebut sejalan dengan peralihan Menteri Keuangan yang diputuskan oleh Presiden RI Prabowo Subianto usai mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara.

"Siapa pun yang dipilih oleh Presiden, kita dukung. Itu hak prerogatif Presiden," katanya.

2. Harap bila ada pemotongan TKD tidak dipangkas dengan nominal besar

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Lebih lanjut, Dewa menyampaikan bahwa pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan tentu menjadi momentum untuk melihat kembali kebijakan TKD yang berdampak langsung terhadap kemampuan daerah menjalankan pembangunan.

Ia menyebut, saat Palembang menghadapi pengurangan TKD dampak besar terasa. Khususnya dalam menjalani berbagai rencana pembangunan maupun kegiatan pemerintah. Efek paling berimbas adalah kesulitan pemerintah daerah dalam menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan anggaran yang tersedia.

"Harapan kita, potongan transfer keuangan daerah, khususnya untuk Palembang, jangan sebesar itu," jelasnya.

3. Dukungan fiskal pemerintah memengaruhi faktor pembangunan

Ilustrasi proyeksi PAD (https://accurate.id/ekonomi-keuangan)

Menurutnya, dukungan fiskal dari pemerintah pusat menjadi salah satu faktor penting agar program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah tetap dapat dilaksanakan.

"Daerah juga punya banyak kebutuhan. Ada pembangunan, pelayanan masyarakat dan program-program lainnya. Kita berharap kebijakan transfer ke daerah tetap memerhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article