Ratu Dewa Copot Jam Analog Jembatan Ampera Palembang, Kenapa?

- Wali Kota Palembang Ratu Dewa memutuskan mencopot jam analog di Jembatan Ampera setelah mendapat izin dari Gubernur Sumsel dan BBPJN.
- Pencopotan dilakukan karena jam sering tidak akurat, dan pemerintah sedang membahas opsi perbaikan bersama BBPJN, termasuk kemungkinan melibatkan pihak ketiga.
- Jika belum ada perbaikan, aksesori jembatan bisa diganti dengan desain bernuansa etnik lokal, sementara masalah listrik penyebab kerusakan sedang ditangani PLN.
Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang Ratu Dewa akan mencopot jam analog di Jembatan Ampera. Pencopotan dilakukan setelah mendapat izin dari Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
"Saya minta dicopot dulu jam itu, dan disetujui, sembari dicarikan solusinya," ujarnya, Rabu (6/4/2026).
1. Sebut Gubernur Sumsel responsif soal perbaikan jam analog

Ratu Dewa mengatakan pencopotan jam analog merupakan respons atas permintaan masyarakat untuk memperbaiki jam tersebut agar penunjuk waktunya akurat.
"Gubernur Sumsel cukup responsif, terkait kewenangan itu, bahkan permasalahan jam Ampera ini," kata Dewa.
2. Minta BBPJN perbaiki jam analog dengan pihak ketiga

Dewa mengatakan pihaknya masih membahas alternatif perbaikan jam Jembatan Ampera bersama BBPJN, termasuk kemungkinan melibatkan pihak ketiga agar jam kembali akurat.
"Soal jam saya sudah bilang satker BBPJN, opsi pertama sialakan dari pihak balai memperbaiki jam tepat waktu apa dari pihak ketiga. Atau opsi kedua, lebih baik copot saja," katanya.
3. Jam analog di Jembatan Ampera mati karena kerusakan tegangan listrik

Dewa mengatakan jika belum ada tindak lanjut perbaikan setelah pencopotan, kemungkinan akan dilakukan perubahan aksesori di Jembatan Ampera dengan tetap memprioritaskan unsur etnik lokal.
"Semula jam analog ini masalahnya (mati) karena terkendala listrik. Yakni soal listrik dengan tegangan naik dan turun. Ini sudah diurus Dirut PLN yang ada di Sumsel, segera kroscek ke lapangan," jelas Dewa.

















